Korban kemudian menyebut ada 2 orang lain yang menjadi korban dengan pola kejadian yang serupa.
Terkait kasus ini, pihak kampus telah memberikan pernyataan sikap atas viralnya dugaan skandal pelecehan yang dialami mahasiswi UBL tersebut.
Dalam kesempatan berbeda, Rektor UBL, Agus Setyo Budi menyatakan telah menonaktifkan dosen yang terkait laporan dugaan pelecehan seksual terhadap mahasiswi berinisial A.
"Universitas Budi Luhur telah mengambil langkah tegas dan terstruktur dengan menonaktifkan (dosen terlapor)," kata Agus sebagaimana dikutip dari situs resmi Universitas Budi Luhur, pada Kamis, 16 April 2026.
Agus menyatakan, keputusan tersebut diambil untuk membuka peluang investigasi mendalam terkait laporan dugaan pelecehan seksual ini.
"Yang bertujuan untuk membuka peluang investigasi mendalam dan pengumpulan bukti-bukti tambahan guna memastikan proses investigasi berjalan secara objektif, independen, dan bebas dari intervensi," tegasnya.***
Artikel Terkait
KemenPPA Soroti Kasus Dugaan Pelecehan Seksual oleh Agus: Korban Harus Berani Speak Up
Pilu Wanita Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual di KRL Bogor: Tangannya Masuk-masuk
Kronologi Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI, Bermula dari Skandal Chat Grup
Korban Skandal Pelecehan di FH UI Minta Isi Chat Terduga Pelaku Tak Dianggap Sepele, Hasil Perjuangan 1,5 Tahun
Dugaan Chat Ortu Mahasiswa FH UI yang Minta Tak Ada Sanksi DO Viral, Usai Anaknya Terlibat Kasus Pelecehan