Sementara itu, pada unggahan di akun X @dosenkesmas, video tersebut ditanggapi warganet hingga lebih dari seribu reply dan 2.300 quote retweet.
Tak sedikit warganet yang menyebut konten tersebut tak memiliki empati karena membandingkan dua hal yang berbeda.
Baca Juga: Duta Besar Mohammad Boroujerdi Puji Solidaritas Indonesia untuk Rakyat Iran di Tengah Agresi Militer
“Membandingkan kondisi normal dengan krisis sangat tidak apple to apple dan tidak tepat. Apalagi itu krisis kemanusiaan di Palestina yang sangat sensitif,” tulis akun @zer****e
“Idenya nggak banget, dibuat seolah-olah bersyukur karena ada MBG. Coba bangun narasi membandingkan dengan pihak lain yang nggak berkecukupan,” tulis akun @imp***I
“Krisis kemanusiaan dan genosida malah dijadiin alibi buat konten bersyukur,” tulis akun @jal****_
“Kok seakan-akan oknum SPPG seperti menantang atau memancing kemarahan dan perpecahan grass root ya? Khawatirnya ini di-setting buat memecah rakyat dan bikin situasi nggak kondusif,” tulis akun @Aza****o
“Jahat banget bandingin sama korban perang yang lagi krisis pangan,” tulis akun @noz***m *
Artikel Terkait
Mantan Akuntan Bongkar Dugaan Mark Up di SPPG Sukabumi Lewat Manipulasi Laporan
Curhatan Mitra SPPG di Purworejo yang Kecewa soal Juknis Baru di Tengah Upaya Peningkatan Kualitas Menu MBG
Pasca Insiden Keracunan Siswa TK, Kasatgas MBG Pemalang Tegur Keras Dapur SPPG Bumirejo
Sebut Penerima Makan Bergizi ‘Rakyat Jelata’, Petugas SPPG Purbalingga Minta Maaf dan Siap Disanksi
Beda Porsi Beda Harga, Sistem Rapel MBG di SPPG Harjobinangun Sleman Tuai Kritik Warganet