SENAYANPOST - Pembagian paket makan bergizi gratis (MBG) dengan sistem rapel atau bundling tengah menjadi perbincangan hangat sebagian publik di media sosial.
Salah satunya datang dari menu rapel MBG yang dibagikan kepada para siswa di wilayah Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Paket bundling MBG di Sleman itu menjadi perbincangan usai beredar foto paket makanan dengan porsi dan harga yang berbeda.
Terlihat dalam unggahan Instagram @merapi_uncover pada Rabu, (18/3/26), potret menu MBG itu diduga diungkap oleh salah seorang orang tua siswa di Sleman.
Baca Juga: Sebut Program MBG Pakai Pajak Rakyat, Acha Septriasa Ajak Warga Aktif Kawal Kebijakan Pemerintah
"MBG di sekolah anakku min, rapelan senin-kamis, dan harus ambil ke sekolah," demikian tertulis dalam postingan tersebut.
Lantas, apa saja porsi menu rapelan MBG itu hingga akhirnya menjadi sorotan sebagian kalangan masyarakat Sleman? Berikut ulasannya.
Rapelan untuk 4 Hari
Usut punya usut, paket menu rapelan MBG itu diduga berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Harjobinangun 3, Pakem.
Paket rapel itu diketahui untuk 4 hari, yakni pada 16-19 Maret 2026.
Bagi yang belum tahu, sistem rapel ini diterapkan menjelang libur Lebaran karena distribusi MBG akan dihentikan sementara selama masa libur sekolah.
Kebijakan penghentian sementara tersebut merujuk pada ketentuan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Berdasarkan aturannya, pembagian MBG terakhir sebelum libur dilakukan pada 17 Maret dan kembali dilanjutkan pada 31 Maret 2026 mendatang.
Artikel Terkait
Viral Menu MBG Rapel 4 Hari di Pakem Sleman, Warganet Pertanyakan Harga Ayam Rp18.000 per Porsi
Beban Tambahan Usai Mengajar: Guru di Semarang Keluhkan Tugas Bereskan Sampah dan Wadah MBG
Menunggu Sejak Pagi, Wali Murid di Batu Bara Kecewa MBG Baru Dibagikan Pukul 2 Siang
BGN Klaim Hemat Anggaran Rp 5 Triliun Berkat Libur Program MBG Selama Lebaran
Sebut Program MBG Pakai Pajak Rakyat, Acha Septriasa Ajak Warga Aktif Kawal Kebijakan Pemerintah