SENAYANPOST - Beredar video di media sosial (medsos) yang menyoroti adanya dugaan mark up atau penggelembungan harga dalam pengadaan pangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lembursitu, Sukabumi, Jawa Barat.
Hal ini memicu sorotan publik, terlebih setelah adanya penuturan dari seseorang yang disebut sebagai mantan akuntan di SPPG Lembursitu yang angkat suara terkait kasus tersebut.
Terlihat dalam unggahan video Instagram, @infopolitik.official, pada Rabu, 11 Maret 2026, seorang wanita yang disebut sebagai eks akuntan SPPG Lembursitu, menyoroti dugaan praktik manipulasi laporan dalam pengadaan bahan pangan.
"Mantan Akuntan SPPG Lembursitu bongkar praktik korupsi SPPG," demikian tertulis dalam postingan tersebut.
Kesaksian ini pun memantik perhatian publik, terhadap pentingnya transparansi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam kesaksiannya, wanita tersebut mengungkap adanya ketidaksesuaian antara jumlah barang yang dipesan.
Terkhusus, perbedaan laporan jumlah barang yang diterimanya dari lapangan, dengan yang tercatat dalam laporan administrasi kepada otoritas berwenang, seperti Badan Gizi Nasional (BGN).
"Awalnya kita PO (Pre-Order) ke koperasi yayasan," tutur eks akuntan SPPG di Sukabumi itu.
Salah satu contoh yang disampaikan eks akuntan di SPPG Lembursitu tersebut, terkait pengadaan beras.
Dalam dokumen pembelian tercatat sebanyak 11 karung, namun barang yang disebut diterima hanya 9 karung.
"Pernah kita PO (Pre-Order) beras, pesan 11 karung, yang datang 9 karung," beber eks akuntan SPPG itu.
"Atau pernah PO 9 karung, yang datang 7 (karung)," sambungnya.
Meski demikian, laporan resmi tetap mencantumkan angka 11 karung.
Artikel Terkait
Kronologi Akuntan SPPG di Aceh yang Diduga Korupsi Rp59 Juta demi Bayar Utang, Bermula dari Laporan Kasus Begal ke Polisi
Putus Rantai Tengkulak, SPPG Manggarai Beli Langsung Hasil Panen Petani dengan Harga Kompetitif
Warga Keluhkan soal Telur Rebus MBG Ada Kotoran Ayam di Magetan, Pertanyakan Ketelitian SPPG
Keluhan Guru yang Harus Pindahkan Makanan MBG dari Kantong SPPG ke Plastik, Bisa Mengurangi Jam Mengajar
Permintaan Maaf SPPG Argosari Sedayu Soal Menu MBG Ikan Bandeng dan Tahu yang Sempat Dikeluhkan