Situasi Timur Tengah Kian Memanas, Ketua MPR RI Sebut Indonesia Punya Opsi Keluar dari BoP

photo author
- Kamis, 5 Maret 2026 | 08:03 WIB
Ketua MPR RI Ahmad Muzani sebut Indonesia bisa keluar dari BoP setelah pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto belum lama ini. (Instagram.com/@ahmadmuzani2)
Ketua MPR RI Ahmad Muzani sebut Indonesia bisa keluar dari BoP setelah pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto belum lama ini. (Instagram.com/@ahmadmuzani2)

SENAYANPOST - Situasi di Timur Tengah saat ini kian memanas usai Amerika Serikat (AS) dan Israel lakukan serangan militer ke Iran belum lama ini.

Menanggapi hal ini, Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah mantan menteri dan pejabat untuk mendiskusikan hal ini, termasuk Ketua MPR RI, Ahmad Muzani.

Ahmad Muzani menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut, Prabowo membahas soal keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza atau BoP yang digagas oleh Presiden AS Donald Trump pada akhir Januari lalu.

Prabowo dalam pertemuan itu menyebutkan bahwa Indonesia memiliki opsi untuk mundur dari badan tersebut.

Baca Juga: Mahfud MD Soroti Dewan Perdamaian BoP Buatan Trump usai Konflik Israel vs Iran, Sebut RI Harus Kembali ke Bebas Aktif

"Bagi Indonesia, masuk dan keluar BoP adalah sesuatu yang bisa saja terjadi seperti beberapa kali disebutkan oleh Presiden. Kita bisa saja, kapan saja bisa keluar, tetapi sekali lagi itu harus atas kesepakatan bersama-sama," kata Ahmad Muzani pada 4 Maret 2026, dikutip SenayanPost.com dari Antara.

Ketua MPR RI itu menyampaikan bahwa BoP, menurut pemerintah Indonesia, bisa mempercepat terwujudnya negara Palestina yang merdeka.

"BoP adalah bagian dari upaya untuk mempercepat proses kemerdekaan Palestina dan pembangunan, rekonstruksi, rehabilitasi Palestina, dan itu tujuan utama dibentuknya BoP. Nah cuma kemudian ada persoalan Iran ini saya kira itu juga yang Beliau (Prabowo) tadi malam menyampaikan pandangan itu lebih jelas," ungkap Muzani.

Muzani menyampaikan bahwa dalam pertemuan itu dihadiri juga oleh mantan Presiden RI, Jokowi, kemudian Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan mantan Wakil Presiden RI KH. Ma'ruf Amin.

Baca Juga: Dewan Perdamaian Gaza Jadi Tandingan PBB? Begini Komentar Marty Natalegawa

Masing-masing undangan menyampaikan pandangannya soal situasi saat ini di tengah ketidakpastian global.

"Presiden menjelaskan tentang detail persoalan yang Beliau pahami, yang Beliau ketahui tentang perkembangan global. Kemudian, hampir semua pemimpin itu menyampaikan pandangan, dan ada yang bertanya, ada yang menyampaikan pandangan. Dari Presiden Jokowi, Presiden SBY, mantan wakil presiden Ma'ruf Amin, sama beberapa mantan menteri luar negeri juga menyampaikan pandangan. Pandangan-pandangannya ada yang kritis, tajam, ada yang saran, ada yang lebih merupakan pemikiran-pemikiran, dan semua pandangan itu diterima oleh Presiden dengan baik," jelasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X