Helmy Yahya Sentil Alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas, Sebut Masalahnya Bukan Sekadar Teken Kontrak

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Rabu, 25 Februari 2026 | 17:07 WIB
Helmy Yahya sentil alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas yang saat ini viral karena melontarkan narasi 'cukup aku WNI, anakku jangan'. (Tangkap layar YouTube Helmy Yahya Bicara)
Helmy Yahya sentil alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas yang saat ini viral karena melontarkan narasi 'cukup aku WNI, anakku jangan'. (Tangkap layar YouTube Helmy Yahya Bicara)

Pembawa acara kenamaan itu lantas menilai, polemik tersebut mencuat bukan semata karena pilihan hidup pribadi, melainkan karena kontrak yang telah disepakati.

Terlebih, Helmy yang juga merupakan penerima beasiswa World Bank tahun 1991, memberikan perspektif tegas terkait hal tersebut.

Helmy menuturkan, LPDP memiliki aturan main yang sangat spesifik, yaitu kewajiban mengabdi di tanah air selama 2n+1 (dua kali masa studi ditambah satu tahun).

"Persoalannya bukan sekadar hak orang mau pulang atau tidak. LPDP itu menggunakan uang rakyat yang dikumpulkan dari pajak," tuturnya.

Baca Juga: Soal Polemik LPDP yang Sedang Viral, Menkeu Purbaya Pastikan Suami DS Bakal Kembalikan Uang Beasiswa Beserta Bunganya

"Sebelum berangkat, setiap awardee sudah menandatangani kontrak untuk kembali dan mengabdi," imbuh Helmy.

Helmy kemudian menyayangkan jika para putra-putri terbaik bangsa, justru memilih untuk tidak kembali setelah menghabiskan dana negara.

"Indonesia sedang banyak masalah, justru orang-orang pintar seperti kamu dan suamimu yang kami butuhkan untuk membantu menyelesaikan masalah itu," tambahnya.

Khawatirkan Fenomena Brain Drain

Dalam polemik awardee LPDP itu, Helmy juga menyoroti kasus suami Tyas, Arya Iwantoro, yang diduga telah berada di luar negeri selama 5 tahun tanpa menjalankan kewajiban pengabdian.

Helmy menilai, komitmen pada kesepakatan adalah cermin integritas seorang akademisi terdidik.

Baca Juga: LPDP Ancam Sanksi Pengembalian Dana bagi Suami DS Jika Terbukti Langgar Aturan Kontribusi

Oleh sebab itu, Helmy mengingatkan publik di Tanah Air agar tidak terjebak dengan fenomena brain drain yang dinilai tengah marak terjadi.

"Jangan sampai terjadi brain drain yang masif karena orang-orang pintar kita keluar dan tidak mau kembali hanya karena alasan kenyamanan pribadi," terangnya.

"Jika sudah sepakat sejak awal, maka hargai dan laksanakan kesepakatan itu," tandas Helmy.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: YouTube Helmy Yahya Bicara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X