Guru Besar UI Minta Indonesia Pastikan Board of Peace for Gaza Tidak Jadi Alat Usir Rakyat Palestina

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 25 Januari 2026 | 22:04 WIB
Guru Besar UI Hikmahanto Juwana minta Pemerintah Indonesia pastikan Board of Peace for Gaza tidak jadi alat usir warga. (Instagram.com/@presidenrepublikindonesia)
Guru Besar UI Hikmahanto Juwana minta Pemerintah Indonesia pastikan Board of Peace for Gaza tidak jadi alat usir warga. (Instagram.com/@presidenrepublikindonesia)

SENAYANPOST - Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana menanggapi soal keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace for Gaza atau Dewan Perdamaian Gaza yang baru-baru ini ditandatangani di Davos, Swiss.

Terlebih lagi, Hikmahanto juga menyoroti soal presentasi menantu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Jared Kushner terkait rekonstruksi Jalur Gaza.

Dalam presentasinya, Jared Kushner berencana akan membangun banyak pencakar langit di daerah kantong Palestina itu.

"Apakah rakyat Palestina di Gaza menyetujui hal ini? Bila mereka tidak menyetujuinya, jangan-jangan kota baru yang fantastis itu akan mencerabut rakyat Palestina dari akarnya," kata Hikmahanto Juwana pada 23 Januari 2026, dikutip SenayanPost.com dari Antara.

Baca Juga: Indonesia Jadi Anggota Pendiri Board of Peace for Gaza Usulan AS, Dino Patti Djalal Pertanyakan soal Ini

Menurutnya, Dewan Perdamaian ini harus dikaji mendalam dan memastikan langkah ini menjadi jalan untuk kemerdekaan Palestina bukan menjadi alat usir.

"Semua ini harus mendapat kajian mendalam dari pemerintah Indonesia sehingga rekonstruksi Gaza benar-benar memanusiakan penduduk Gaza dan menjadi jalan bagi kemerdekaan rakyat Palestina," lanjutnya.

Sementara itu, ditemui di tempat berbeda, Menteri Luar Negeri RI Sugiono menjelaskan alasan mengapa Indonesia akhirnya bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza yang diusulkan oleh AS ini.

"Salah satu alasan juga kita masuk ke dalam (BoP) untuk bisa mempengaruhi, untuk bisa memberikan masukan, saran pertimbangan, dan seperti saya sampaikan tadi memastikan semua arahnya itu tercapai, kemerdekaan Palestina tercapai," ujar Sugiono.

Baca Juga: Dino Patti Djalal Sorot Keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace for Gaza Rancangan AS, Singgung soal Fee Rp17 Triliun

Indonesia menilai selama ini banyak negara yang sudah menyampaikan pernyataan dan kecaman terhadap genosida yang dilakukan oleh Israel penjajah.

Kemudian bergabungnya Indonesia dalam Dewan Perdamaian tersebut dinilai sebagai langkah konkret.

"Kalau selama ini banyak negara menyampaikan kecaman, menyampaikan statement, tetapi saya kira kehadiran Board of Peace ini dan langkah-langkah yang akan dilakukan ke depan itu merupakan sesuatu yang tangible sifatnya dalam rangka mencapai kemerdekaan Palestina," jelasnya.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan hal serupa terkait keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace for Gaza.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X