Berharap Prediksinya Meleset, SBY Perkirakan Perang Dunia 3 Bisa Tewaskan 5 Milyar Warga Dunia Imbas Senjata Nuklir

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Sabtu, 24 Januari 2026 | 18:03 WIB
Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sorot soal perkiraan Perang Dunia 3 dan imbas senjata nuklir. (Instagram.com/@presidenyudhoyonoalbum)
Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sorot soal perkiraan Perang Dunia 3 dan imbas senjata nuklir. (Instagram.com/@presidenyudhoyonoalbum)

SENAYANPOST - Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) baru-baru ini menyampaikan kekhawatirannya atas dinamika geopolitik di dunia internasional pada tiga bulan terakhir.

SBY mengaku khawatir Perang Dunia 3 akan terjadi, sembari menuturkan awal mula dirinya mendalami geopolitik dunia sejak puluhan dekade lalu.

"3 tahun ini, saya mengikuti perkembangan dunia. Terlebih dinamika global bulan-bulan terakhir," kata SBY sebagaimana dikutip dari cuitan akun X pribadinya, @SBYudhoyono, pada Jumat, 23 Januari 2026.

Tidak sedikit pengamat geopolitik yang mengatakan bahwa saat ini dunia memasuki multipolar dan risiko penggunaan senjata nuklir.

"Sebagai seseorang yang puluhan tahun memperhatikan dan mendalami geopolitik, perdamaian dan keamanan internasional, serta sejarah peperangan dari abad ke abad, terus terang saya khawatir," imbuhnya.

Baca Juga: Tidak Ada Kantor Garda Revolusi Diduduki Demonstran, Sumber Senayan Post di Iran Ungkap Kondisi Iran Kini

Potensi Perang Dunia 3 sebagai Prahara Besar

Dalam pernyataannya, SBY mengaku cemas dan khawatir terhadap sesuatu yang buruk akan terjadi.

"Cemas kalau dunia mengalami prahara besar. Apalagi kalau prahara besar itu adalah Perang Dunia Ketiga," ungkap SBY.

Ayah Agus Harimurti Yudhoyono itu menilai, sangat mungkin konflik yang terjadi di dunia akan berujung pada Perang Dunia 3.

Terlebih, SBY menyebut pola yang terjadi belakangan sama seperti yang pernah meletus pada Perang Dunia I dan Perang Dunia 2 silam.

"Sangat mungkin Perang Dunia Ketiga terjadi. Meskipun, saya tetap percaya hal yang sangat mengerikan ini bisa dicegah," terangnya.

Baca Juga: Paviliun Indonesia Resmi Dibuka di Cairo International Book Fair 2026

"Situasi dunia menjelang terjadinya Perang Dunia Pertama (1914-1918) dan Perang Dunia Kedua (1939-1945) memiliki banyak kesamaan dengan situasi saat ini," jelas SBY.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X