Munculnya Pemimpin Kuat yang Haus Perang
SBY turut menyoroti kemunculan para pemimpin-pemimpin kuat di berbagai negara pada situasi saat ini.
Hal tersebut, sebagai salah satu pertanda situasi jelang PD 3 berdasarkan pandangannya.
"Misalnya, munculnya pemimpin-pemimpin kuat yang haus perang, terbentuknya persekutuan negara yang saling berhadapan," sebut SBY.
"Pembangunan kekuatan militer besar-besaran termasuk penyiapan ekonomi dan mesin perangnya, serta geopolitik yang benar-benar panas," tambahnya.
Baca Juga: Kolonel Arh Tengku Sony Sonatha Yakin DIMDEX Perkuat Diplomasi Militer Indonesia di Kancah Global
Berharap Prediksinya Meleset
SBY menyebut, sejarah juga mencatat, bahwa meskipun sudah ada tanda-tanda nyata bakal terjadinya perang besar, tetapi sepertinya kesadaran, kepedulian, dan langkah nyata untuk mencegah peperangan itu tidak terjadi.
Oleh sebab itu, SBY berharap analisis atau prediksinya meleset dari perkiraan, sehingga Perang Dunia 3 tidak terjadi.
"Banyak studi yang mengatakan bahwa jika terjadi perang dunia, perang total dan perang nuklir, maka kehancuran dunia tak bisa dihindari," tutur SBY.
"Korban jiwa bisa mencapai lebih dari 5 milyar manusia. Tidak ada peradaban yang tersisa dan musnahnya harapan manusia," tandasnya.***
Artikel Terkait
Perihal Konflik Iran vs Israel, SBY Soroti Pengaruh Lima Tokoh Pemimpin bagi Dunia yang Kini Terancam Malapetaka
SBY Dirawat di RSPAD, Kondisi Menurun Sepulang dari Malaysia
SBY: Rangkaian Demo Menyadarkan Pentingnya Dialog hingga Optimisme Indonesia yang Lebih Baik di Bawah Kepemimpinan Prabowo
Di Balik Gelombang Reshuffle Kabinet Prabowo, Ada Tokoh Sentral yang Datang dan Pergi Sejak era Presiden SBY
SBY Sorot Penanganan Bencana Sumatera oleh Pemerintah: Komando dan Pengendalian Harus Efektif