SENAYANPOST - Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyoroti soal penanganan dan sikap pemerintah terhadap bencana Sumatera baru-baru ini.
Lewat cuitan di platform X, SBY juga mendengar suara dari masyarakat terkait hal tersebut.
Sebelumnya, SBY juga pernah menghadapi hal serupa saat Aceh dan Nias dilanda tsunami pada 2004 silam.
"Secara pribadi saya terus mengikuti dan mencermati terjadinya bencana alam di Sumatera. Perhatian saya tertuju pada seberapa parah bencana tersebut, termasuk korban jiwa serta kerusakan infrastruktur dan fasilitas publik. Juga langkah-langkah apa yang dilaksanakan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah. Saya juga mendengarkan komentar dan percakapan publik menyangkut bencana yang skalanya besar tersebut, termasuk komentar-komentar yang kritis," tulis SBY pada 24 Desember 2025, dikutip SenayanPost.com dari akun X @SBYudhoyono.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Penertiban Kawasan Hutan: Kita Lawan Penyimpangan Puluhan Tahun!
SBY menyebut bahwa penanganan bencana itu rumit dan tidak semudah yang dibayangkan.
"Terutama pada fase tanggap darurat yang biasanya terjadi kelumpuhan di sana-sini. Penanganan bencana, termasuk rekonstruksi dan rehabilitasinya,memerlukan waktu. Juga diperlukan sumber daya termasuk finansial yang mencukupi. Juga diperlukan kebijakan dan master plan yang utuh. Juga tentunya pelaksanaan yang efektif," ungkapnya.
Hal ini mengingatkannya saat tsunami melanda Aceh dan Nias hampir dua dekade lalu.
"Ini semua saya dapatkan dari apa yang dilakukan oleh pemerintahan yang saya pimpin dulu dalam mengatasi bencana tsunami di Aceh dan Nias, gempa bumi di Yogya dan Padang dan sejumlah bencana alam berskala besar lainnya," lanjutnya.
Baca Juga: Tak Menunggu Alat Berat, Warga Rusip Antara Bahu-membahu Bangun Jembatan Kayu Darurat
SBY menekankan bahwa pemerintah, baik pusat dan daerah harus memiliki komando dan pengendalian yang efektif.
"Komando dan pengendalian harus efektif, dan idealnya Presiden bisa memimpin melalui manajemen krisis yang dijalankan. Tetapi, cara dan gaya yang dipilih oleh kepala pemerintahan tidak selalu sama. Misalnya, apa yang dilakukan oleh Presiden Prabowo saat ini bisa tidak sama dengan yang saya lakukan dulu. Ini disebabkan oleh perbedaan situasi atau konteks dari bencana itu; perbedaan jenis bencana dan magnitude dari kerusakan yang ditimbulkan, serta perbedaan cara di antara para pemimpi," bebernya.
Ia pun meyakini bahwa Prabowo serius memberikan atensi penuh untuk penanganan dan rehabilitasi korban bencana Sumatera.
"Saya tahu, Presiden Prabowo dengan serius terjun ke lapangan dan memberikan atensi yang penuh. Saya juga tahu, Presiden Prabowo telah mengambil sejumlah kebijakan untuk membangun kembali provinsi-provinsi di Sumatera yang mengalami bencana alam tersebut," tulisnya.
Artikel Terkait
Minta Sajadah ke Relawan, Bocah Pengungsi Aceh Ini Curhat Miliknya Hanyut saat Banjir Bandang Sumatera
Berenang Selamatkan Puluhan Korban Banjir di Aceh Tamiang, Sertu Giman: Saya Hampir Pingsan, Tapi Allah Beri Kekuatan
2 Bocah di Tapanuli Tengah Ceritakan Detik-detik Rumahnya Hancur Diterjang Banjir Bandang
Modal Lampu Mobil, Warga Desa Pematang Durian Kompak Buka Akses Jalan yang Tertimbun Lumpur Banjir
Potret Pilu Pasca-Banjir: Warga Aceh Tamiang Gunakan Air Resapan Sungai yang Kecokelatan