Di Balik Insiden Longsor Cilacap, Ada Rangkaian Hujan yang Disebut Bikin Lereng Rentan terhadap Pergerakan

photo author
Ragil Firdaus, Senayan Post
- Minggu, 16 November 2025 | 19:50 WIB
Menyoroti fakta terkini proses evakuasi korban bencana longsor di Majenang, Cilacap, pada Minggu, 16 November 2025. (Dok. Pemprov Jateng)
Menyoroti fakta terkini proses evakuasi korban bencana longsor di Majenang, Cilacap, pada Minggu, 16 November 2025. (Dok. Pemprov Jateng)

BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca

Terkini, untuk mengatasi kendala hujan, BNPB mengerahkan operasi modifikasi cuaca.

Secara terpisah, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan menjelaskan langkah tersebut dilakukan untuk memberi ruang bagi tim SAR bekerja lebih optimal.

“Modifikasi cuaca sudah dilakukan hari ini. Kami berharap bisa berhasil ya, karena ini tergantung angin,” kata Budi saat meninjau lokasi kejadian, Cilacap, pada Minggu, (16/11/25).

Budi menuturkan, ahli dari BMKG ikut berada dalam pesawat untuk mengidentifikasi awan.

Baca Juga: Motif Geopolitik di Balik Manuver Ahmad Al Sharaa: dari Jihad Global ke Diplomasi Gedung Putih AS

“Kalau anginnya sesuai prediksi BMKG saya yakin hujan tidak akan turun. Kalau turun paling rintik. Tapi kalau anginnya di luar prediksi ya hujan tetap bisa turun,” jelasnya.

Terkait insiden ini, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menegaskan koordinasi terus dilakukan agar pencarian tidak terhambat.

“Sudah diminta untuk modifikasi cuaca dan sudah dilakukan oleh BNPB,” ujarnya saat memimpin rapat evaluasi di Posko Lapangan Desa Cibeunying, Cilacap, Jateng, pada hari yang sama.

Baca Juga: 'Pernah ke Suriah' Bukan Ijazah Geopolitik: Membedah Bias Influencer di Media Sosial

Kendala Cuaca Batasi Durasi Pencarian

Kalakhar BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan menjelaskan, pencarian hanya bisa dilakukan sampai 18.00 WIB setiap harinya.

“Waktunya hanya bisa dimulai pukul 6 pagi sampai 6 sore. Ini karena cuaca yang jadi kendala di hari-hari ini,” ucap Bergas dalam keterangan resminya, pada Minggu, 16 November 2025.

Ia menyebutkan, hingga kini sudah 11 korban ditemukan, sementara sekitar 10 orang lainnya masih dicari.

“Update temuan terbaru masih menunggu rilis resmi dari Basarnas,” terang Bergas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ragil Firdaus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X