"Makanya saya terima apa adanya aja. Biar cepat keluar dulu, jangan di dalam melulu gitu," tambahnya.
Dalam kasus ini, hakim menyatakan Adam Deni terbukti bersalah melanggar Pasal 311 ayat 1 KUHP.
Hal memberatkan Adam Deni ialah fitnah itu mengakibatkan kerugian pada korban dan pernah dihukum penjara.
4. Dugaan Hoaks Adam Deni
Ahmad Sahroni pernah melaporkan Adam Deni atas dugaan tindak pencemaran nama baik dan menyebarkan berita bohong yang disampaikan Adam Deni saat di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada hari Selasa, 28 Juni 2022 silam.
“Per hari ini saya melaporkan manusia yang menuduh saya membungkam pihak-pihak terkait dengan jumlah senilai 30 M hanya untuk membungkam,” kata Sahroni dalam keterangan tertulisnya, pada 1 Juli 2022.
Politikus NasDem itu bahkan sempat mengunggah postingan berisi kesaksian Adam Deni yang kembali menuding Sahroni.
Saat itu, Adam Deni menyebut Sahroni mengeluarkan Rp 30 miliar untuk membungkam dirinya.
Terkait hal tersebut, Sahroni akan menyelesaikan permasalahannya atas tuduhan yang disampaikan Adam Deni kepada dirinya secara hukum.
"Anda berkata kata seenak jidat, tapi anda tidak sadari bahwa perkataan anda bisa menyebabkan diri anda kena masalah hukum lanjutan. Mari kita saksikan bersama atas sikapnya sendiri di mata Hukum," tukasnya.
Baca Juga: Ketum Golkar Bahlil Lahadalia Tegaskan Adies Kadir Tak Lagi Terima Tunjangan dan Gaji DPR
5. Dugaan Korupsi Ahmad Sahroni
Pada April 2022 lalu, Adam Deni sempat melaporkan tentang dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Ahmad Sahroni.
Kala itu, Adam Deni mengklaim laporannya tengah ditindaklanjuti oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Artikel Terkait
Pecah Kongsi Koalisi Perubahan, Sahroni: Demokrat Paksa AHY Dampingi Anies di Pilpres 2024
NasDem Buka Suara Soal AHY Cawapres, Sahroni: Kita Konsisten Dukung Anies di Pilpres 2024
Viral Akun Sahroni Berdikari Mengatasnamakan Ahmad Sahroni, NasDem Imbau Masyarakat untuk Berhati-hati
Singgung soal Kapasitas Lindungi Rakyat, Ketua DPR Puan Maharani Desak Pemerintah Segera Tangani Banjir Bali
Jokowi Dukung Pembahasan RUU Perampasan Aset, Ungkap Pemerintahannya Pernah 3 Kali Desak DPR