Baca Juga: Soal Tuntutan Rakyat 17 Plus 8, Ekonom Senior Fuad Bawazier: Menyelesaikan Masalah Perlu Waktu
"Saya rasa Indonesia sedikit lagi bisa berada di titik itu, kalau semisalnya hari ini tidak ada keseriusan untuk berbenah diri," tegas Ketua BEM UI itu.
Agus juga menyinggung soal cara merespons amarah publik. Menurutnya, meredakan kemarahan rakyat tidak bisa hanya dengan langkah sementara.
"Yang namanya amarah publik itu harus diredam dengan menuntaskan akar masalahnya, bukan cuma 'dikipas-kipaskan asapnya' untuk sementara waktu," ucapnya.
Ketua BEM UI tersebut lantas menambahkan, jika pola lama terus dipertahankan, maka potensi ledakan sosial tak terhindarkan.
"Pada akhirnya (amarah publik) akan menjadi bom waktu," tutup Agus.***
Artikel Terkait
SBY: Rangkaian Demo Menyadarkan Pentingnya Dialog hingga Optimisme Indonesia yang Lebih Baik di Bawah Kepemimpinan Prabowo
Pasca Demo Tunjangan DPR, Rieke Diah Pitaloka Ikut Kritik Tukin Kementerian: Kemenkeu 300 Persen Tunjangannya
Bernegara dengan Rasional, Presiden Prabowo Sorot Ekonomi RI Tetap Stabil Meski Diguncang Demo Berujung Ricuh
Terkait Demo Agustus 2025, AHY Dukung Tim Investigasi Independen: Cegah Misinformasi hingga Teori Konspirasi
Eks Menag Lukman Hakim Ungkap Prabowo Setujui Pembentukan Tim Investigasi Independen, Bakal Usut Demo Agustus 2025