Belajar dari Tuntutan Gen Z di Nepal, Ketua BEM UI Ingatkan Pejabat Fokus Berbenah: Jangan Sibuk Redakan Amarah Publik

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 14 September 2025 | 15:08 WIB
Ketua BEM UI Agus Setiawan ingatkan pejabat untuk berbenah bukan sibuk redakan amarah publik belajar dari tuntutan Gen Z Nepal. (Instagram.com/@agussetiawannnn6)
Ketua BEM UI Agus Setiawan ingatkan pejabat untuk berbenah bukan sibuk redakan amarah publik belajar dari tuntutan Gen Z Nepal. (Instagram.com/@agussetiawannnn6)

SENAYANPOST - Kericuhan mewarnai aksi demonstrasi di Kathmandu, Nepal, pada Rabu, 10 September 2025.

Sebelumnya diketahui, unjuk rasa yang berujung kekacauan itu dimotori oleh generasi muda atau Gen Z yang meluapkan kekecewaan terhadap pejabat pemerintah.

Mereka menuding pejabat di negeri itu kerap korupsi dan gemar pamer harta di media sosial.

Fenomena ini pun menjadi sorotan luas, tak hanya di Nepal, tetapi juga di berbagai negara lain, termasuk Indonesia.

Baca Juga: Eks Menag Lukman Hakim Ungkap Prabowo Setujui Pembentukan Tim Investigasi Independen, Bakal Usut Demo Agustus 2025

Di Tanah Air, tuntutan Gen Z Nepal tersebut menarik perhatian publik. Terlebih, Indonesia sendiri baru saja dilanda aksi demonstrasi besar pada akhir Agustus 2025 lalu.

Perihal itu, Ketua BEM UI, Agus Setiawan ikut menyoroti tuntutan yang disuarakan para Gen Z di Nepal.

Agus menilai ada kesamaan kondisi antara apa yang dialami Gen Z Nepal dengan situasi di Indonesia.

"Kalau menurut saya, tuntutan demonstrasi yang terjadi di Nepal itu hampir mirip dengan yang terjadi di Indonesia," ujar Agus dalam Program "Kontroversi" yang dipublikasikan di kanal YouTube Metro TV, Kamis, 11 September 2025.

Baca Juga: Singgung soal Kapasitas Lindungi Rakyat, Ketua DPR Puan Maharani Desak Pemerintah Segera Tangani Banjir Bali

Agus menjelaskan, sebelum demonstrasi besar pecah di Nepal, kondisi ekonomi negara itu sudah memburuk. Lapangan kerja terbatas membuat banyak anak muda khawatir akan masa depan mereka.

"Ditambah ada pola perilaku korupsi juga di tataran pemerintahan. Jadi kemarahan anak muda di Nepal itu bentuk akumulasi kekecewaan terhadap pola penyelenggaraan negara," ungkapnya.

Ia mengingatkan, Indonesia bisa saja mengalami hal serupa jika pejabat dan institusi negara tidak berbenah.

DPR, pemerintah, TNI-Polri, hingga partai politik disebut perlu menunjukkan itikad baik untuk memperbaiki keadaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X