Tapi TKI hanya buruh kecil yang gajinya seupil, jika pun ada TKI yang punya keahlian yang sama dengan TK Cina, maka gajinya pun sangat kecil, jauh dari gaji "putra sang naga". Walhasil, Indonesia dieksploitasi habis-habisan oleh Cina.
Baca Juga: One Piece Ungkap Pemilik Nama D Lainnya, Ternyata Terinspirasi dari Cerita Rakyat Irlandia
Bagaimana Jok? Masih ngibul lagi? Seperti ngibulin rakyat bahwa sudah ada 1200 investor asing di IKN, faktanya nol besar.
Itulah cerita dari mantra Jokowi tentang "dongeng" hilirisasi. "Fokus ke hasil. Bukan ke proses," ujar ayah Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Proses yang diabaikan inilah yang 'membunuh', seluruh tatanan hukum dan kearifan lokal masyarakat setempat di sekitar situs tambang nikel.
Hasilnya? Rakyat sengsara. Masa depan sirna. Uangnya lari ke Cina! Indonesia hanya dapat sampah yang merusak rakyat Halmahera dan Sulawesi Utara. Menyedihkan.
Baca Juga: Kunjungan 5 Nahdliyin ke Israel Tuai Kecaman, PBNU: Itu Melukai Perasaan Kita Semua
Begitulah kesanku setelah nonton Bloody Nickel The Series! Kita tunggu seri berikutnya!***
Artikel Terkait
Presiden Jokowi Ungkap Hilirisasi Industri Nikel di Indonesia Bisa Melebihi Rp 8 Ribu Triliun
Ganjar Pranowo Sebut Hilirisasi Industri Demi Kemandirian Ekonomi: Nilai Tambahnya Signifikan
Opini: Hilirisasi Nikel dan Derita Ekonomi Rakyat
Luhut Binsar Sentil Cak Imin soal Hilirisasi: Anda Berbohong pada Publik
Luhut Binsar Bantah Proyek Hilirisasi Didominasi TKA: Jumlahnya Itu...