Opini: Bansos Tanpa Pamrih

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Kamis, 14 Maret 2024 | 12:42 WIB
Syaefudin Simon
Syaefudin Simon

Oleh: Syaefudin Simon, Kolumnis

SENAYANPOST - Buka puasa Rabu kemarin makanan berlebihan. Aku masak sayur dan ayam. Tetiba jam 16 downline MLM istriku berdatangan. Maklum leader. Semua tamu bawa makanan. Ada ayam dan ikan pepes, risol isi daging, kolak dll. Untuk buka puasa dan sahur gak habis.

Sebetulnya jam 21 malam aku mau bungkus dan bagikan ke pemulung di jalan raya Perumnas Tiga Bekasi, seperti biasa. Tapi hujan lebat. Gak jadi.

Ini lebihan makanan untuk siapa ya? Pikirku. Beruntung, tadi habis salat subuh ada pemulung lewat depan rumah.

Bu, aku ada lebihan makanan sahur? Ibu mau? Mau Pak, katanya. Tunggu bentar, aku bungkusin dulu. Sayur tahu udang terong aku masukin box. Risol dan lontong, plus nasi ayam bakar, aku bungkus kertas.

Baca Juga: Petinggi Senior Hamas Marwan Issa Dikabarkan Syahid di Gaza, Ini Kata Pejabat Militer Israel

Wah gak ada sendok. Ya uda sendok makan perak di rumah aku ambil satu (dalam hati kalo istriku tahu pasti mencak-mencak). Semua aku bungkus. Beres.

"Ini Bu untuk sarapan atau makan siang," Ujarku. "Aku puasa Pak," katanya.

Ya sudah untuk anak-anak di rumah. Si ibu kelihatan senang. Aku juga senang. Pancaran kebahagiaan si ibu langsung memantul ke aku. Tetiba ada rasa senang dan puas bisa berbagi. Pohon belimbing depan rumahku ikut tersenyum.

Lalu, aku lihat emperan bawah gardu listrik samping rumah. Aku mau lihat, apakah makanan semalam yg aku suguhkan untuk kucing uda habis? Ternyata habis.

Baca Juga: Hari Pertama Ramadhan, Pasukan Penjajah Israel Pukuli dan Cegah Warga Masuk Masjid Al Aqsa

Alhamdulillah. Puji Tuhan. Bisa ngasih makan kucing liar. Aku pikir kucing tidak doyan rendang sapi.

Ya, aku nemu rendang sapi cukup banyak di kulkas, yang lupa kapan naruhnya. Kucium, masih segar. Bau rendang tulen. Berarti masih layak konsumsi.

Aku hangatkan rendang Aku cowel dikit, ternyata masih enak. Tapi aku gak berani menyantapnya untuk lauk makan. Soalnya di kulkas kelihatan sudah lama. Mau aku kasih ke pemulung juga gak berani, takut sudah gak enak. Ya sudah, aku kasih ke kucing aja. Dan ternyata kucing menyukainya. Seneng aku.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X