"Yang dibutuhkan rakyat Palestina, yang dibutuhkan oleh rakyat di Gaza," terang Jokowi terkait jenis bantuan apa yang akan disalurkan lewat udara.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, perang Israel dan Palestina kini sudah memasuki hari ke-154.
Belum ada tanda-tanda dari kedua belah pihak untuk melakukan gencatan senjata.
Beberapa waktu lalu terjadi negosiasi atau perundingan gencatan senjata di Kairo, Mesir.
Baca Juga: Kelompok Perlawanan Palestina Sebut Penjajah Israel Tak Serius soal Gencatan Senjata di Gaza
Sayangnya, dalam perundingan itu, Israel tidak hadir sementara perwakilan Palestina yang diwakili oleh Hamas juga terlihat meninggalkan Kairo.
Perwakilan Hamas meninggalkan perundingan di Kairo untuk berdiskusi dengan para petinggi perlawanan Palestina lainnya.
Dalam perundingan itu, Hamas tetap pada pendiriannya untuk meminta penjajah Israel menghentikan agresinya di Gaza secara total, penarikan seluruh pasukan IDF dari daerah kantong tersebut, dan penyaluran bantuan kemanusiaan yang lebih besar.
Baru setelah itu, Hamas akan membicarakan terkait pertukaran tawanan.
Setidaknya ada 100 orang lebih warga Israel yang menjadi tawanan Hamas.
Abu Ubaidah dalam pernyataan terakhirnya menyatakan bahwa kondisi tawanan saat ini terancam dengan serangan udara penjajah Israel yang brutal dan tanpa pandang bulu.***
Artikel Terkait
Otoritas Palestina : Mesir Tolak Keras Keinginan Israel Periksa Bantuan Kemanusiaan
Dewan Keamanan PBB Setujui Peningkatan Bantuan Kemanusiaan ke Gaza, Dua Negara Ini Pilih Abstain
Mesir Sebut Israel Hambat Penyaluran Bantuan Kemanusiaan di Gaza, Ini Tanggapan COGAT
Akhirnya Berangkat! KRI dr Radjiman Wedyodiningrat 992 Antar Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina
Lewati Teluk Aden, KRI dr Radjiman Wedyodiningrat 992 Mulai Masuki Perairan Laut Merah Bawa Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza