SENAYANPOST- Beredar di berbagai media massa dan pesan-pesan online di WhatsApp Group (WAG), bahwa Mesir menghambat masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza melalui Border Rafah.
Otoritas Palestina pada Sabtu (04/11/2023) melalui berbagai saluran informasi dan jaringan media, membantah tuduhan tersebut.
Secara eksklusif, sumber Otoritas Palestina mengirimkan informasi terkait peran Israel dalam menghambat masuknya bantuan kemanusiaan ke Senayan Post untuk diberitakan.
Pesan dalam Bahasa Arab tersebut dikirim dan di-forward secara terus menerus untuk untuk disebarluaskan ke penjuru dunia.
Pada pesan tersebut disebutkan bahwa Israel mensyaratkan semua bantuan kemanusiaan yang akan masuk ke Jalur Gaza diperiksa terlebih dahulu di Border Natsana Israel, sebelum melewati Border Rafah.
“Israel mengharuskan semua bantuan kemanusiaan yang akan memasuki Jalur Gaza diperiksa terlebih dahulu di Border Natsana yang berjarak 100 KM. Mesir menolak keinginan Israel sehingga memperlambat birokrasi pembukaan Border Rafah,” ungkap informasi tersebut.
Otoritas Palestina berharap semua pihak untuk memahami alasan penyaluran bantuan kemanusiaan terhambat.
“Mesir telah berjuang sekuat tenaga menolak keinginan Israel memperlambat bantuan kemanusiaan. Tujuan utama Israel adalah menciptakan citra buruk Mesir, dan mendorong warga Palestina di Jalur Gaza untuk pindah ke Semenanjung Sinai. Mesir akan terus berjuang ” jelasnya. (Muqoddas).