Kagum Melihat Miniatur Kerajaan Majapahit di Taman Arum Udumbara

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Senin, 30 Oktober 2023 | 19:50 WIB
Taman Arum Udumbara (Senayan Post)
Taman Arum Udumbara (Senayan Post)

SENAYANPOST - Taman Arum Udumbara yang dikenalkan bersamaan dengan Hari Sumpah Pemuda ke 95, Sabtu 28 Oktober 2023 lalu, membuat tamu undangan kagum.

Tamu undangan seperti Try Sutrisno, Chairul Tanjung, Basuki Tjahaja Purnama, bersama tamu undangan terlihat merasa nyaman berada di area Taman Arum Udumbara, yang terletak di Cipayung, Jakarta Timur.

Pemrakarsa Taman Arum Udumbara, Jenderal TNI (purn) Prof Dr Hendropriyono mengatakan, taman ini merupakan perwujudan dari kejayaan Majapahit pada masa lalu.

“Kejayaan Majapahit itu perlu ditampilkan kembali melalui miniatur yang telah kami upayakan sebagai bukti bahwa kita adalah bangsa yang besar,” ungkap AM Hendropriyono.

Baca Juga: Kenalkan Taman Arum Udumbara AM Hendropriyono Raih Gelar Rekor Muri

Salah satu tamu undangan, Chairul Tanjung menyatakan kekagumanmya atas prakarsa tersebut. “Saya menyambut baik gagasan beliau. Sebab saya mendapatkan pengetahuan yang begitu banyak dari acara ini,” bilang Chairul Tanjung.

Acara dimulai sekitar pukul 16:00 dengan sajian Tari Bedoyo di pelataran pendopo. Tamu undangan kemudian diajak menuju ke dalam pendopo sebagai salah satu singgasana kerajaan Majapahit. Masing-masing tiangnya dilapisi emas untuk membuktikan kemegahan.

Ketika tamu belum selesai mengagumi bangunan, mereka kemudian diajak masuk ke dalam “abad ke-14” ketika Majapahit masih berjaya.

Bangunan yang dilapisi dengan karpet merah itu layaknya gedung bioskop tanpa tempat duduk. Masing-masing penonton menyaksikan tarian, film, dan kisah-kisah tentang kemayshuran kerajaan.

Baca Juga: Wejangan dari AM Hendropriyono untuk Pemuda Indonesia di Taman Arum Udumbara

Bukan itu saja, tamu dibuat ternganga dengan patung para raja Majapahit di dinding. Belum lagi, visualisasi itu makin mencekam dengan “menghidupkan kembali” mahapatih Gajah Mada.

Sang Mahapatih ini berjalan di antara para tamu dengan memangku sebuah gada. Kehidupan sang mahapatih ini semakin membuat para tamu tersentak ketika menyaksikan rekonstruksi perawakannya.

“Semula digambarkan di buku-buku pelajaran bahwa perawakan Mahapatih itu gendut dengan pipi tembem. Di sini kami melakukan reinterpretasi perawakan mahapatih yang gagah dan disegani,” bilang Hendropriyono.

Digambarkan sang mahapatih memakai baju besi dengan rambut lurus panjang terurai. Tatapannya tajam dan kumis yang melengkung tapi tegas.

Baca Juga: Opini: Fenomena di Balik Melemahnya Rupiah

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X