Opini: Whoosh, dalam Perspektif Ekonomi Masa Depan

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Kamis, 19 Oktober 2023 | 10:15 WIB
Anggota DPR RI Dr. H. M Amir Uskara mengulas tentang Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang belum lama ini menuai pro dan kontra. (Instagram.com/@keretacepat_id)
Anggota DPR RI Dr. H. M Amir Uskara mengulas tentang Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang belum lama ini menuai pro dan kontra. (Instagram.com/@keretacepat_id)

Orang yang berpendapat seperti Faisal Basri tidak sedikit. Rizal Ramli, Rocky Gerung, dan Eggi Sudjana misalnya, berpandangan seperti itu.

Baca Juga: Tabrakan Maut Kereta Api di India Tewaskan 288 Orang, Hampir 1.000 Penumpang Alami Luka-luka

Tapi tidak bagi Rhenald Kasali, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan Roby Muhammad, peneliti jejaring sosial, alumnus Columbia University, AS.

Menurut Rhenald, melihat Whoosh harus melalui perspektif lain. Kenapa? Ilmu ekonomi sudah berkembang pesat. Dunia digital telah merubah cara pandang keekonomian suatu produk.

Banyak faktor yang mempengaruhi nilai sebuah produk yang diperjualbelikan, tidak hanya dari aspek BEP (break even point) atau kembali modal.

Tapi berapa "economic serendipity" atau dampak ikutan ekonomi akibat keberadaan produk tersebut, hal senada dinyatakan Roby. Menurutnya, kehadiran Whoosh akan meningkatkan citra Indonesia di dunia internasional. Dari negeri berteknologi rendah, menjadi negeri berteknologi tinggi.

Baca Juga: Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Timur Ditemukan Tewas di Rel Kereta Api Stasiun Jatinegara, Ada Apa?

Apa yang dikatakan Faisal mungkin benar menyangkut BEP untuk modal yang dibenamkan dalam pembangunan KCIC, Faisal hanya fokus di modal finansial.

Dampak lainnya seperti perkembangan ekonomi wilayah, pariwisata, dan citra atau branding terabaikan.

Dampak ekonomi terhadap perkembangan wilayah dan peningkatan pariwisata (yang tidak masuk dalam neraca perusahaan KCIC) bisa sangat luar biasa, mungkin nilainya dalam beberapa tahun sudah melebihi biaya pembangunan kereta cepat.

Belum lagi, citra baik pemerintah yang terkerek akibat berhasilnya mengoperasikan Whoosh.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Sambangi Stand Rendang Goes to Europe di Trade Expo Indonesia 2023

Ambil contoh kecil. Apakah operasi Busway dan Transjakarts di Jakarta menguntungkan secara bisnis dan bisa BEP dalam beberapa tahun? No!
Busway dan Transjakarta, jelas "proyek rugi" bila dilihat dari ekonomi komoditi atau ekonomi konvensional.

Tapi bila dilihat dari aspek branding economy -- dioperasikannya Busway dan Transjakarta yang nyaman dan terintegrasi dalam sistem transportasi Jakarta, sangat menguntungkan, Jakarta sebagai ibu kota negara citranya naik di dunia internasional.

Serendipiti-nya, turis asing yang datang makin banyak dan investasi luar negeri pun makin meningkat di Jakarta.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X