Dua eksekutor, Peltu Sumardi dan Serma Kandar membawa Kolonel Katamso ke suatu tempat yang tersembunyi, yang belakangan diketahui sebagai Mako Yon L di Kentungan Sleman.
Baca Juga: Apakah Bleach Thousand Year Blood War 2 Tamat? Ini Kabar Terbaru dari Studio Pierrot
Menurut saksi mata dari AD, yakni Serka Suwarno dan Kopda Sugiyono di Pengadilan Militer, mereka mendengar suara pukulan keras sebanyak empat kali. Setelah pukulan pertama terdengar suara rintihan kesakitan.
Suara ini kemudian lenyap setelah dilanjutkan pukulan tiga kali berturut-turut. Dilihatnya, tempat pemukulan berada di lingkungan Markas Yon L. Di dekat tempat itu ada 6 orang sedang berdiri dan dua orang sedang duduk di dekat pohon pisang.
Di tempat gundukan tanah yang ditanam pohon pisang tersebut, setelah digali, kemudian ditemukan dua jenazah. Setelah diidentifikasi, diketahui, dua mayat itu adalah jasad Kolonel Katamso dan Letkol Sugiyono yang diculik sebelumnya.
Tetesan darah dan sobekan baju putih ditemukan di tembok dekat suara pemukulan. Temuan ini mengindikasikan telah terjadi penganiayaan berat terhadap Kolonel Katamso dan Letkol Sugiono sebelum dibunuh.
Baca Juga: Di Tengah Krisis Anggaran, Joe Biden Pastikan AS Tetap Dukung Ukraina
Jenazah kedua perwira menengah AD itu dalam keadaan ditanam di bawah pohon pisang. Apakah ditanam hidup-hidup ataukah dibunuh dulu baru ditanam, tidak ada saksi yang memperkuat dugaan tersebut. Namun dugaan terjadinya penganiayaan berat sebelum dilakukan pembunuhan sudah hampir pasti.
Penggalian jenazahnya sendiri baru dilaksanakan tanggal 20 Oktober 1965. Lama kedua petinggi militer ini dinyatakan hilang. Baru tiga pekan kemudian, lokasi mayatnya ditemukan. Di bawah tanaman pohon pisang yang layu.***
Artikel Terkait
Tentara di Singapura Kini Punya Matra Baru yang Akan Menjaga Keutuhan Negara di Dunia Digital
Khalifah Baru ISIS Unjuk Gigi di Suriah, 23 Prajurit Tentara Suriah Tewas
Tentara Sudan Gagal Menggalang Kalangan Kabilah
Peristiwa G30S PKI: Kilas Balik Kontroversial dalam Sejarah Indonesia
Kesaksian AM Hendropriyono Sebelum Tragedi G30S PKI, Sempat Sambangi Rumah Letjen Ahmad Yani
Fakta baru: PKI ternyata bagian Operasi CIA dan Inggris di Indonesia
Cerita AM Hendropriyono tentang Tentara Indonesia Menyamar Pegawai Klub Malam untuk Melawan Inggris