Sebuah Cerita dari Saksi Mata, Kenangan 1 Oktober Penculikan Kolonel Katamso dan Letkol Sugiono di Yogyakarta

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Senin, 2 Oktober 2023 | 15:43 WIB
Kenangan 1 Oktober Penculikan Kolonel Katamso dan Letkol Sugiono di Yogyakarta, Oleh: Dr. KH Amidhan Shaberah (Senayanpost)
Kenangan 1 Oktober Penculikan Kolonel Katamso dan Letkol Sugiono di Yogyakarta, Oleh: Dr. KH Amidhan Shaberah (Senayanpost)

"Saya mau bertemu Kolonel Katamso. Beliau sudah janji menerima kami berdua di rumah," jawab saya.

Baca Juga: Peristiwa G30S PKI: Kilas Balik Kontroversial dalam Sejarah Indonesia

"Bapak tidak terima tamu. Saudara tentu tahu situasi ini," kata tentara tersebut.

Mendapat penjelasan ajudan itu, saya dan Ahmad Dahani mundur, kembali ke seberang jalan. Saya mengamati ada apa di rumah Kolonel Katamso.

Tiba-tiba beberapa menit kemudian, masuk sebuah mobil jip Gaz warna hijau tentara ke halaman rumah komandan Korem. Saya melihat dari balik pagar, Pak Katamso keluar rumah dan langsung duduk di samping sopir mobil Gaz buatan Rusia itu.

Jip Gaz langsung meluncur membawa Kolonel Katamso entah ke mana, dikawal enam tentara bersenjata lengkap di bagian belakang mobil.

Baca Juga: Cerita AM Hendropriyono tentang Tentara Indonesia Menyamar Pegawai Klub Malam untuk Melawan Inggris

Mereka duduk berhadap-hadapan di belakang Pak Katamso yang waktu itu memakai baju hem putih dan celana hijau tentara. Melihat peristiwa itu, kami tertegun. Ada apa ini? Pasti akan ada peristiwa besar di Yogya, batin saya.

Dengan pikiran berkecamuk, kami langsung pulang ke kantor cabang HMI, yang saat itu berada di rumah Sugiat, mahasiswa kedokteran UGM. Sugiat (kelak jadi pimpinan RS Islam Cempaka Putih) kaget luar biasa.

"Ini pasti masalah besar. Tidak mungkin seorang kolonel, apalagi Danrem 072 yang menguasai teritori DIY dan Kedu pergi dengan pakaian sipil sendirian tanpa ajudan. Untuk apa pula enam tentara bersenjata lengkap berada di belakang sopir jip Gaz yang membawa Kolonel Katamso?," ujar Sugiat.

Benar firasat kami, ternyata Kolonel Katamso diculik, lalu dibunuh.

Baca Juga: KPK Panggil Febri Diansyah Terkait Korupsi Kementan, Ali Fikri Singgung Dugaan Pemusnahan Barang Bukti

Latar belakang tindak kekerasan yang terjadi di Yogyakarta, pada 1 Oktober 1965 adalah sama dengan yang terjadi di Jakarta, yakni bagian dari upaya pengambilalihan kekuasaan oleh PKI yang didahului dengan penculikan dan pembunuhan.

Kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi pada tanggal 1 Oktober 1965 di Yogyakarta menimpa Kolonel Katamso dan Letkol Sugiyono, masing-masing sebagai Danrem dan Kasrem 72.

Para penculik adalah kalangan AD sendiri, dipimpin Mayor Mulyono, Kasi Korem 72. Setelah melakukan penculikan terhadap kedua atasannya itu, Mulyono mengumumkan dukungannya terhadap “G 30 S/PKI” dan mengambilalih pimpinan Korem 72 Yogyakarta.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X