khazanah

Dari Diskusi Telegram ke Sadar Narasi: Pelajaran Lima Bulan Menyusuri Timur Tengah Virtual

Selasa, 29 April 2025 | 18:03 WIB
Ilustrasi, pengalaman diskusi Timur Tengah khususnya Suriah di Telegram, pentingnya tetap kritis di tengah arus informasi yang tak selalu netral. (Unsplash.com/Kyle Glenn)

Tapi pola aneh mulai muncul. Admin tidak menegur ujaran kebencian, justru cenderung mendiamkan.

Lalu muncul akun-akun yang bekerja seperti buzzer: menyerang, membelokkan, lalu menghilang. Saya mulai sadar—ini bukan diskusi biasa. Ini medan perang narasi.

Puncaknya, ketika saya mencoba mengangkat pandangan ulama besar Sunni, Syaikh Muhammad Said Ramadhan Al Buthy, saya dituduh sebagai pendukung rezim Assad.

Padahal, kalau kita telaah, posisi Syaikh Al Buthy lebih kepada stabilitas daripada kekacauan.

Ada adagium penting: negara yang stabil bisa melahirkan generasi bebas, sementara kekacauan hanya menanamkan trauma panjang.

Baca Juga: Bersama Prof Nasaruddin Umar

Sama halnya dengan Syaikh Adnan Al-Afyouni, yang berperan sebagai mediator antara berbagai faksi di Suriah. Bukan soal membela siapa, tapi mencari jalan damai.

Akhirnya saya memilih diam. Bukan menyerah, tapi mundur satu langkah untuk melihat peta. Saya mulai bertanya-tanya, apakah yang lain juga menyadari ini?

Apakah publik paham bahwa di balik diskusi di layar HP, ada tangan-tangan yang sedang menggiring opini?

Sekarang saya percaya, bahwa media sosial sudah bukan ruang netral. Ia ladang perang, dan narasi adalah senjatanya.

Kita perlu cermat, jangan hanya ikut arus. Karena sering kali, yang mereka takutkan bukan kita sebagai pembaca, tapi kehilangan kendali atas kerumunan.***

Halaman:

Tags

Terkini

KH. Imam Jazuli di Antara Kenyataan dan Kritikan

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:28 WIB

Gara-Gara Huruf "P"

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:15 WIB

Brutu

Senin, 8 Juni 2026 | 13:21 WIB

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB