khazanah

Islam, Akal Sehat, dan Perlawanan terhadap Narasi Ekstrem

Jumat, 11 April 2025 | 12:47 WIB
Ilustrasi, di tengah riuhnya dunia digital, warga membutuhkan percakapan Islam yang berdasar akal sehat untuk melawan narasi ekstrem. (Unsplash.com/dole777)

SENAYANPOST - Di era digital hari ini, percakapan tentang Islam tak lagi terjadi hanya di mimbar masjid atau ruang-ruang pesantren.

Kini, ruang wacana itu menyebar luas—dari Instagram sampai grup Telegram.

Dan di ruang-ruang inilah kita menyaksikan sesuatu yang ganjil: betapa mudahnya Islam dikooptasi oleh narasi ekstrem yang tak mewakili keluasan tradisi keilmuan Islam itu sendiri.

Saya menemukan hal ini secara langsung dalam sebuah grup diskusi daring.

Baca Juga: Resep Wedang Jahe Penurun Kolesterol, Tambahkan Bahan Ini yuk

Grup yang awalnya saya kira akan memperkaya pemahaman, justru menjadi arena gaduh antara kutub ekstremis dan buzzer politik.

Di tengah percakapan tentang Palestina, jihad, dan geopolitik Timur Tengah, saya melihat bagaimana argumen-argumen tentang Islam kerap direduksi menjadi diksi biner: kafir vs mujahid, haq vs batil, atau konspirasi vs pembelaan.

Tapi yang menarik, di tengah hiruk-pikuk itu, saya mulai menulis.

Bukan dengan narasi penuh emosi atau teriakan tak berdasar, melainkan dengan pendekatan waras: mengingatkan pada prinsip fiqh al-waqi' (pemahaman atas realitas), seperti membawakan pemikiran Ibnu Khaldun tentang peradaban.

Baca Juga: Resep Jus Penurun Kolesterol, Kombinasi Sayuran dan Buah, Cocok Diminum Pasca Lebaran

Dan yang terjadi? Narasi ekstrem mulai retak.

Beberapa 'tokoh' di grup yang biasa mendominasi diskusi dengan retorika keras terlihat mulai gelisah.

Ada yang tak bisa menjawab pertanyaan dasar. Ada pula yang justru mengalihkan pembahasan.

Tapi lebih menarik lagi adalah respons dari mereka yang selama ini diam. Tiba-tiba saja muncul akun-akun silent reader yang mulai bicara: "Komentar Anda lebih masuk akal dibanding buzzer fanatik," atau mungkin "Saya kira nggak mungkin bisa diskusi Islami tanpa marah-marah, ternyata bisa".

Halaman:

Tags

Terkini

KH. Imam Jazuli di Antara Kenyataan dan Kritikan

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:28 WIB

Gara-Gara Huruf "P"

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:15 WIB

Brutu

Senin, 8 Juni 2026 | 13:21 WIB

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB