Jika tidak, mustahil pengusaha kaya itu akan memberikan bantuan langsung kepadanya.
Baca Juga: DI BALIK BOM PAGER DAN WALKIE - TALKIE
Mengapa uang itu tidak disalurkan melalui lembaga atau orang lain? Karena Pak AR dikenal sebagai sosok yang amanah dan sederhana.
Dengan memberikannya melalui Pak AR, sang donatur yakin bahwa bantuannya akan sampai ke pihak yang membutuhkan, tanpa berkurang sesen pun.
Inilah sebabnya, selama menjabat sebagai pimpinan Muhammadiyah, banyak bantuan dari perusahaan, pejabat negara, dan orang kaya yang disalurkan melalui beliau.
Pak AR tidak pernah meminta bantuan, tetapi mereka dengan senang hati ingin membantu umat melalui seorang dai yang rajin berdakwah kepada masyarakat kecil di desa-desa.
Baca Juga: Buktikan Ketahanan Lewat Balap Motor Konversi Listrik
Para donatur pun merasa puas karena Pak AR memberikan laporan bahwa uang tersebut sudah dibagikan kepada yang berhak.
Semuanya tuntas dan sesuai harapan mereka, dengan bukti pemanfaatan donasi yang terlihat jelas.
Perumpamaan Fauzi bahwa ayahnya adalah talang air yang "ora teles" (tidak basah) sangat tepat. Hal ini sejalan dengan prinsip Muhammadiyah: "hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah." Pak AR menjalani prinsip ini dengan sepenuh hati -- seratus persen!
Kembali ke laptop, netizen Indonesia saat ini masih ramai memperdebatkan putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, yang terbang ke Amerika menggunakan pesawat private jet (PJ).
Baca Juga: Ratusan Advokat Siap Dukung Andika -Hendi dan Antisipasi Kecurangan di Pilkada Jawa Tengah
Publik bertanya-tanya, apakah kasus PJ ini termasuk gratifikasi atau tidak?
Untuk menjawab pertanyaan ini, kita dapat merujuk pada dialog antara Fauzi dan Pak AR dalam cerita Syaefudin Simon.
Pak AR bertanya, mungkinkah orang kaya memberi uang kepada beliau jika bukan karena posisinya sebagai pimpinan Muhammadiyah?