Dan ketika filsuf Muslim sampai dalam pengetahuan dirinya, peneladanan yang sempurna terhadap Nabi Muhammad SAW, dalam pemikiran dan karakternya, yaitu ketulusan dan kejujuran, dia sampai pada dua kebenaran dasar, yaitu:
Pertama, bahwa kesempurnaan hidup yang baik bukanlah kesempurnaan yang tidak dapat dicapai kecuali dengan kesempurnaan meniru Nabi Muhammad SAW.
Kedua, bahwa tingkat kontemplasi dan karakter tertinggi dapat dicapai seorang filsuf yang mentauladani mencapai derajat ketulusan, yang diwujudkan berdasarkan keteladanan Nabi Muhammad SAW, sebagai teladan hidup di samping ketundukannya pada perlindungan ilahi yang dianugerahkan kepadanya.
Disadur dari artikel di situs Al Jazeera Net yang dimuat pada Sabtu 27 Juli 2024