khazanah

Tren Salat Tarawih Ala Madinah, Begini Baiknya

Selasa, 19 Maret 2024 | 15:20 WIB
Salat tarawih di Pondok Pesantren Al Fatah Temboro (Instagram @mood.jakart)

SENAYANPOST - Salat Tarawih merupakan salat malam yang dilakukan setiap Bulan Ramadhan, beberapa masjid di Indonesia mengadakan sebuah program unik yang membuat para jama’ah bersemangat untuk shalat Tarawih, yaitu dengan mengadakan shalat Tarawih dengan membaca satu juz secara lengkap.

Sebagian melaksanakannya dengan memulainya sejak shalat Isya, sebagian memulainya sejak shalat Tarawih.

Shalat Tarawih satu juz, atau yang diadakan di sebagian masjid dengan nama “Tarawih ala Madinah”, karena meniru shalat Tarawih yang biasa diadakan di Masjidil Haram Mekkah dan Masjid Nabawi Madinah menjadi tren yang digemari secara khusus bagi yang masih berusia muda, karena kondisi fisik yang cenderung masih kuat dan sehat, dan semangat beribadah yang lebih besar.

Meskipun begitu, sebagian kalangan menilai program seperti ini kurang tepat, sehingga sebagian jama’ah merasa tidak nyaman, bahkan kemudian tidak ke masjid untuk shalat Tarawih seterusnya.

Baca Juga: Resep Sup Tahu ala Hokben, Cuma 15 Menit Aja Cocok untuk Sahur Ramadhan

Sebagian mempersoalkan jama’ah yang berusia lanjut dengan kondisi fisik yang sudah melemah. Lalu bagaimana sebaiknya?

Pertama, Pentingnya Komunikasi

Seperti dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, menjadi hal terpenting dalam mengadakan program seperti ini adalah dengan adanya komunikasi yang baik dengan jama’ah shalat, yaitu dengan pengumuman atau dengan menyertakan jadwal program Ramadhan secara lengkap yang bisa dipahami oleh semua jama’ah.

Sehingga jika memang harus diadakan, mereka yang merasa kurang mampu bisa shalat Tarawih di masjid lain ketika shalat Tarawih satu juz ini digelar tanpa ada rasa kecewa atau tidak nyaman.

Baca Juga: Hari Pertama Ramadhan, Pasukan Penjajah Israel Pukuli dan Cegah Warga Masuk Masjid Al Aqsa

Tentu sebelumnya perlu adanya rapat dan koordinasi takmir masjid, jama’ah dan panitia terkait perlu atau tidaknya program ini.

Kedua, Memperhatikan Kondisi

Kondisi umum jama’ah dan kondisi lingkungan tersebut perlu dipertimbangkan dengan baik. Jika mayoritas masyarakat di sekitar masjid itu masih belum terlalu mengenal Islam, dan lebih membutuhkan pendekatan dakwah yang lebih ringan dan sesuai, tentu lebih baik tidak perlu mengadakan program Tarawih satu juz, karena itu akan membuat masyarakat yang sedang bersemangat ibadah di bulan Ramadan, justru kemudian tidak tertarik ibadah di masjid itu lagi.

Ketiga, Kebutuhan Umat Islam Indonesia

Halaman:

Tags

Terkini

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB

Krapyak

Selasa, 21 April 2026 | 22:32 WIB

Muslihat AS Menyerang Iran

Selasa, 14 April 2026 | 17:11 WIB