khazanah

Suasana Natal di Kota Bethlehem Beda dari Biasanya, Warga: Tidak Ada Kegembiraan di Hati Kami

Minggu, 24 Desember 2023 | 15:33 WIB
Ilustrasi, seorang warga Bethlehem mengakui suasana yang berbeda untuk perayaan Natal 2023 di mana tengah berlangsung genosida di Gaza. (Unsplash.com/Jonas Brief)

Baca Juga: Jadwal Contra Flow Libur Natal dan Tahun Baru, Berlaku 22 Desember hingga 2 Januari 2024

Ini untuk menunjukkan solidaritas mereka terhadap rakyat Palestina yang menghadapi pemboman Israel dan pengepungan total di Jalur Gaza.

Pemboman dan tembakan artileri Israel telah menewaskan lebih dari 20.000 orang di Gaza sejak perang dimulai pada 7 Oktober, termasuk sedikitnya 8.000 anak-anak.

Lebih dari 300 orang juga telah terbunuh di Tepi Barat yang diduduki, baik oleh tentara Israel atau oleh pemukim yang sering menyerang dengan perlindungan dari pasukan Israel.

Perang telah membuat pariwisata Betlehem, yang merupakan pusat perekonomiannya, terhenti pada saat biasanya puncak perekonomian berada.

Baca Juga: Tiga Warga Israel yang Jadi Tahanan Hamas Dipastikan Tewas, Abu Ubaidah Sebut Benjamin Netanyahu

Di mana pengunjung dari seluruh dunia biasanya memadati pasar Betlehem saat Natal, jalanan lengang tahun ini.

Namun meski ada turis, tidak ada perayaan di antara penduduk Betlehem, banyak di antaranya memiliki anggota keluarga dekat di Gaza.

"Bagaimana kita bisa merayakan Natal di tengah perang genosida ini?" tanya Tarazi, yang dikenal oleh orang-orang terdekatnya sebagai Um Shadi.

"Bagaimana kita bisa merayakannya ketika masyarakat di Gaza kesulitan mendapatkan makanan hanya satu kali sehari?" lanjutnya.

Baca Juga: Cuitan Satir Motaz Azaiza di Tengah Bombardir Israel di Gaza: Tidak Perlu Repot-repot Boikot

Gambaran dan berita tentang penderitaan di Gaza akibat pemboman dan invasi darat Israel yang tiada henti terlalu berlebihan baginya.

Um Shadi, yang keluarganya tinggal di Kota Gaza, mengatakan dia sangat terganggu oleh video orang-orang yang melarikan diri ke laut dan dipaksa merebus air laut agar bisa diminum.

Dia dibesarkan di lingkungan Remal di Kota Gaza dan tinggal di sana selama usia 20-an pada tahun 1960-an.

Dia memiliki kenangan indah tentang laut, tempat dia biasa berenang di malam hari. Orang-orang hidup dalam damai, katanya.

Halaman:

Tags

Terkini

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB

Krapyak

Selasa, 21 April 2026 | 22:32 WIB

Muslihat AS Menyerang Iran

Selasa, 14 April 2026 | 17:11 WIB