Mush’ab Muqoddas, Lc
Pengamat Terorisme di Timur Tengah
Saat Anwar Sadat bergabung dengan Freedom Officers, Abdul Hakim Amir bertanya kepada Gamal Abdul Nasser, “Kamu percaya Sadat ? Dia itu Intel.”
Anwar Sadat adalah perwira di Unit Sandi di Tentara Mesir. Lahir dari keluarga sangat sederhana akan tetapi memiliki kecerdasan yang luar biasa. Muhammad Anwar Sadat diterima di Akademi Militer Mesir dan ditempatkan di Unit Sandi.
Karir militer Anwar Sadat sempat terhenti akibat diketahui membantu pasukan Jerman pada saat Perang Dunia II di kota Alamin. Anwar Sadat sempat jualan sayur, namun kemudian kembali berdinas kembali.
Sadat masuk dalam anggota Dewan Garda Revolusi yang dikepalai oleh Nasser. Pasca referendum 1954, Nasser menjadi presiden Mesir. Sejak kalah pada Perang 1967, Nasser mengangkat Sadat sebagai wakilnya. Pada perang itu, Mesir kalah. Semenanjung Sinai direbut Israel.
Israel membangun benteng Barliv dari pasir sehingga sulit ditembaki dan ditembus. Israel membuat propaganda, ledakan nuklir tidak akan mampu menghancurkan Barliv.
Nasser wafat karena sakit pada tahun 1970, Sadat otomatis dilantik sebagai presiden. Target Sadat pertama adalah mengembalikan Semenanjung Sinai.
Sadat yakin, jika gagal mengembalikan Sinai dalam perang, maka akan dikudeta. Sebagai perwira intelijen, Sadat memahami pergerakan dan kode-kode para pejabat di sekitarnya.
Pertama yang dilakukan Sadat adalah konsolidasi politik dalam negeri. Ikhwanul Muslimin (IM) dimoderasi dengan membantu naiknya Umar Tilmisani sebagai mursyid am (pemimpin spiritual). Banyak kader IM bebas dari penjara. Sebagian yang kecewa menolak moderasi dan memegang teguh ajaran radikal Sayid Quthb membentuk Jamaah Islamiyah (JI). Salah satu di antaranya adalah Najih Ibrahim.
Selesai dengan IM, Sadat mengamati perekonomian Mesir yang tengah krisis khsusunya di sektor pertanian. Bahkan Mesir tidak mampu membeli suku cadang alutsista dari Uni Soviet.
Sadat mulai mendekati Barat. Sadat berhasil melobi Inggris untuk menjual pompa air untuk mengairi lahan-lahan pertanian. Sadat dibantu istrinya, Jihan, yang meurpakan warga negara Inggris.