Elegi Sayid Imam Ali Khamenei dan Seribu Mawar Halveti

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Selasa, 7 Juli 2026 | 10:13 WIB
Cendhy Vicky - Peneliti INDEPTH
Cendhy Vicky - Peneliti INDEPTH

Secara tidak langsung kematian Imam Ali Khamenei telah mengembalikan kompas moral global dan pemimpin dunia dari negara yang despotis dan kebijakan yang sewenang-sewang. Dalam hal ini kepemimpinan AS oleh Presiden Donald Trump dan Israel oleh Benjamin Netanyahu. Setali tiga uang, dalam hal kesetiaan perjuangan para martir tersebut adalah bentuk dukungan hingga titik darah penghabisan terhadap nilai kemanusiaan. Dalam hal ini yang paling menyita perhatian warga dunia adalah dukungan untuk kemerdekaan Palestina yang telah di genosida oleh AS-Israel. Dukungan moral dan moril tersebut tak ternilai harganya.

Terakhir pada nilai yang menjadi misteri adalah bagaimana Iran pasca Imam Ali Khamenei gugur? Suksesinya telah ditetapkan. Imam tertinggi telah dipilih. Imam Mojtaba Ali Khamenei mengambil alih tongkat komando. Banyak ahli politik internasional mengatakan bahwa kepemimpinan Imam Mojtaba akan makin tegas dan keras. Alasan yang sangat masuk akal mengingat keluarganya, termasuk istri dan anak harus gugur dalam serangan yang diinisiasi oleh negara yang disebut rakyat Iran sebagai “setan besar”; yakni AS. Tetapi bagaimana sikap dan kebijakan politik internasional kedepannya dari Iran adalah misteri yang masih panjang. Sebagaimana ia yang belum muncul ke publik pasca ditetapkan menjadi pemimpin tertinggi itu.

Penutup, menyadur penggalan dengan penambahan improvisasi dari karya puisi sastrawan Sapardi Joko Damono “Hujan di Bulan Juni” (1989). “Tak ada yang lebih tabah dari Imam Ali Khamenei. dirahasiakannya rintik rindunya kepada manusia yang menderita itu. Tak ada yang lebih bijak dari Iman Ali Khamenei. Dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan Allah SWT itu. Tak ada yang lebih arif dari Imam Ali Khamenei.  Dibiarkannya yang tak terucapkan diserap kertas di kitab suci itu.

Seribu Mawar Halveti menyelimuti tanah pemakamam Imam Besar itu!

***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

Gara-Gara Huruf "P"

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:15 WIB

Brutu

Senin, 8 Juni 2026 | 13:21 WIB

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB
X