DARI TANAH BUMBU KALSEL UNTUK INDONESIA RAYA, MENGENAL HAJI ISAM

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Rabu, 22 Oktober 2025 | 10:18 WIB
Presiden Prabowo Subianto telah memberikan penghargaan kepada Pemilik Jhonlin Group Andi Syamsuddin Arsyad yang lebih dikenal sebagai Haji Isam
Presiden Prabowo Subianto telah memberikan penghargaan kepada Pemilik Jhonlin Group Andi Syamsuddin Arsyad yang lebih dikenal sebagai Haji Isam

 

Oleh: A.M. Hendropriyono
Sekertaris Pengendalian Operasi Pembangunan RI (1995-1998).

Dari Akar Daerah Tumbuh untuk Seluruh Bangsa
Nama Haji Isam — atau lengkapnya Andi Syamsuddin Arsyad — sering muncul dalam berbagai pemberitaan nasional, baik karena kiprahnya di dunia usaha maupun partisipasinya dalam agenda strategis pemerintahan. Namun di balik berbagai opini publik yang beredar, terdapat sisi lain yang lebih mendasar dan inspiratif: kontribusinya yang nyata bagi masyarakat Kalimantan Selatan dan pembangunan nasional dari era Presiden Joko Widodo hingga kini di era Presiden Prabowo Subianto.
Kisah hidupnya adalah cermin tentang bagaimana seorang anak daerah bisa tumbuh menjadi pengusaha besar yang tetap berpijak pada nilai-nilai sosial dan spiritual. Ia tidak lahir dari keluarga konglomerat; perjalanan kariernya dimulai dari bawah — sebagai tukang ojek, sopir angkutan, hingga buruh kayu. Dari kerja keras itulah tumbuh Jhonlin Group, konglomerasi bisnis berbasis di Batulicin yang kini menjadi salah satu motor ekonomi terbesar di Kalimantan Selatan.


Membangun Negara Mulai dari Kampung Halaman
1. Pemberdayaan Sosial dan Spiritualitas:
Haji Isam dikenal luas di kampung ibu saya di Kalimantan Selatan sebagai sosok dermawan yang tak pernah meninggalkan akar spiritual masyarakat Banua. Melalui Jhonlin Group, ia rutin memberangkatkan warga Tanah Bumbu untuk melaksanakan umrah gratis setiap tahun. Pada tahun 2022, misalnya, tercatat 870 warga Tanah Bumbu diberangkatkan secara cuma-cuma untuk beribadah ke Tanah Suci (Antara, 29 September 2022). Tahun berikutnya, dalam rangka Batulicin Festival (Batfest) 2023, sebanyak 150 paket umrah gratis kembali dibagikan kepada pemenang kegiatan jalan sehat (Media Indonesia, 28 Februari 2024). Kegiatan ini bukan hanya bentuk sedekah, tetapi simbol dari keterikatan sosial dan spiritual antara pengusaha dan masyarakatnya. Dalam banyak kesempatan, masyarakat setempat menyebut Haji Isam sebagai “anak Banua yang tak lupa tanah asalnya, kampung halamannya Banjarmasin tercinta.”

 

2. Pembangunan Ekonomi dan Lapangan Kerja
Kiprahnya di bidang ekonomi juga patut dicatat. Jhonlin Group telah menciptakan puluhan ribu lapangan kerja langsung maupun tidak langsung di Kalimantan Selatan, terutama di sektor energi, transportasi, dan perkebunan.
Salah satu langkah monumental adalah rencana pembangunan smelter nikel pertama di Kalimantan dengan nilai investasi sekitar Rp 6,3 triliun, yang diperkirakan akan menyerap lebih dari 10.000 tenaga kerja lokal (Diklatkerja.com, 2025).
Selain sektor tambang, Haji Isam juga mengembangkan industri biodiesel yang mendukung kebijakan energi hijau nasional di era Presiden Jokowi. Pabrik biodiesel Jhonlin Group di Tanah Bumbu diresmikan langsung oleh Presiden Jokowi — menunjukkan kepercayaan negara terhadap peran swasta dalam transisi energi (Liputan6, 2024).

 

3. Kepatuhan Pajak dan Tanggung Jawab Korporasi
Tak hanya menciptakan lapangan kerja, Haji Isam juga dikenal sebagai pelaku usaha yang taat hukum. Jhonlin Group memperoleh penghargaan dari Kantor Pelayanan Pajak Madya Banjarmasin atas kontribusi pajaknya terhadap penerimaan negara (SSAS.co.id, 2022).
Hal ini memperlihatkan bahwa bisnis yang besar pun dapat tetap berakar di daerah, sekaligus berkontribusi pada pendapatan nasional tanpa mengabaikan kewajiban moral dan hukum.

Dari Era Jokowi hingga Prabowo: Partisipasi dalam Agenda Nasional
1. Era Presiden Joko Widodo: Hilirisasi dan Energi Hijau
Era Jokowi menjadi masa penting bagi bangkitnya pengusaha daerah seperti Haji Isam. Dukungan pemerintah terhadap hilirisasi industri dan energi terbarukan membuka jalan bagi Jhonlin Group untuk menjadi bagian dari agenda ekonomi nasional.
Dengan berdirinya pabrik biodiesel di Tanah Bumbu, perusahaan ini ikut membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM dan sekaligus membuka peluang bagi ekspor energi berbasis sawit.
Dalam konteks ini, kiprah Haji Isam bukan sekadar bisnis, tetapi kontribusi strategis bagi kemandirian energi nasional.

 

2. Era Presiden Prabowo Subianto: Kedaulatan Pangan dan Nasionalisme Ekonomi
Dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, peran Haji Isam semakin menonjol. Ia dipercaya untuk memimpin proyek strategis nasional cetak sawah 1 juta hektare di Merauke, Papua Selatan — sebuah program besar dalam kerangka kedaulatan pangan nasional.
Proyek ini diresmikan pada 3 November 2024 ketika Presiden Prabowo meninjau langsung lokasi pembangunan bersama tim Jhonlin Group.
Menurut laporan Medcom.id (2025), progres proyek tersebut mencakup pembukaan lahan, pembangunan kanal irigasi, dan pengerasan akses jalan. Program ini diharapkan menjadi model kerja sama antara pemerintah pusat dan sektor swasta nasional untuk mengatasi ketergantungan impor pangan. Keterlibatan Haji Isam di proyek sebesar ini menunjukkan tingkat kepercayaan negara terhadap pengusaha daerah yang berkapasitas nasional.
Ia membuktikan bahwa wirausahawan yang tumbuh dari daerah juga mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam proyek vital negara.

 

Sisi Lain yang Patut Diteladani
Dalam iklim sosial yang kerap menyorot sisi negatif para pengusaha besar, kisah Haji Isam memberi perspektif lain: bahwa kekayaan dan keberhasilan tidak harus menjauhkan seseorang dari nilai-nilai sosial dan keagamaan. Ia adalah contoh dari apa yang disebut “kapitalisme berkeadaban” — di mana kekuatan modal digunakan untuk kesejahteraan rakyat, bukan untuk eksploitasi.
Melalui kegiatan sosial, investasi produktif, dan partisipasi nasional, ia menjadikan bisnis sebagai alat pengabdian, bukan sekadar alat akumulasi.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

KH. Imam Jazuli di Antara Kenyataan dan Kritikan

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:28 WIB

Gara-Gara Huruf "P"

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:15 WIB

Brutu

Senin, 8 Juni 2026 | 13:21 WIB

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB
X