SENAYANPOST - Ulama besar Sunni dan Suriah, Imam Muhammad Said Ramadhan Al Buthi rahimahullah pernah menyampaikan pesan penting kepada kita semua terkait ISIS dan Al Qaeda.
Dalam khutbahnya di Masjid Umayyah, Damaskus, pada 8 Maret 2013, Imam Al Buthi menegaskan dengan tegas bahwa kelompok ekstremis seperti ISIS dan Al Qaeda bukan pejuang Islam sejati, melainkan tentara bayaran yang bersekutu dengan thaghut dan setan.
"Para tentara bayaran yang dilempar ke arah kita dari segala penjuru, dari segala arah, dari segala bukit. Mereka dilempar ke arah kita dengan persenjataan lengkap dan kantong mereka telah terisi dengan uang yang sangat mereka idamkan," kata Al Buthi sebagaimana dikutip SenayanPost.com dari YouTube Imam Syahid Al Buthi.
Baca Juga: Komite DPR AS Tolak Amandemen Anggaran Pertahanan, Caesar Act Masih Hantui Suriah
Ia menyoroti bagaimana kelompok ini didukung materiil dan diarahkan untuk menghancurkan umat Islam, bukan membela agama.
Beliau mengingatkan umat bahwa Allah dalam QS An Nisa ayat 76 memerintahkan: "Orang-orang yang beriman, mereka berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan Tagut, maka perangilah kawan-kawan setan itu, (karena) sesungguhnya tipu daya setan itu lemah".
Dengan ayat ini, Al Buthi membedakan jelas antara orang beriman yang membela kebenaran dan kelompok yang diperbudak oleh tirani (thaghut).
Al Buthi juga membagi umat menjadi dua bagian. Pertama, setengah yang tetap berpegang pada kebenaran Allah, mempertahankan tanah dan kesucian Islam meskipun dihadang berbagai kesulitan.
Baca Juga: Menlu Assad Al Shaibani: Hubungan Suriah dan Rusia Dalam, Tapi Kurang Seimbang
Mereka mempertahankan eksistensi, menghormati nilai-nilai agama, dan berkomitmen pada disiplin Allah.
Kedua, setengah yang membelot ke arah thaghut, berpihak pada tirani yang digerakkan oleh uang, kekuasaan, dendam, dan hawa nafsu.
Separuh lagi bangsa kita telah pergi berjuang bersama kaum thaghut! Untuk memperjuangkan kebenaran bersama kaum thaghut! Sungguh menakjubkan!" tegasnya.
Imam Al Buthi menekankan betapa mengerikannya kenyataan bahwa sebagian umat beraliansi dengan kekuatan yang merusak kebenaran.
Pesan Al Buthi bukan hanya relevan secara moral, tetapi juga strategis secara geopolitik.
Artikel Terkait
Amnesti Internasional: Pasukan Pemerintah Suriah dan Afiliasinya Eksekusi Mati Puluhan Warga Druze di Suwayda
Produk Turki Banjiri Pasar Suriah hingga Barang Lokal Sulit Bersaing, Nilai Impor Capai Rp19,77 Triliun dalam 7 Bulan
Rusia Sambangi Suriah, Tawarkan Mediasi dengan Israel Penjajah
Menlu Assad Al Shaibani: Hubungan Suriah dan Rusia Dalam, Tapi Kurang Seimbang
Komite DPR AS Tolak Amandemen Anggaran Pertahanan, Caesar Act Masih Hantui Suriah