Mush’ab Muqoddas Eka Purnomo, Lc
Alumni Jurusan Sejarah Universitas Al Azhar Cairo Mesir
“Dengan Ini Saya Nobatkan Pangeran Cevi Yusuf Isnendar sebagai Raja Pemangku adat Kebudayaan Daerah Banjar Kalimantan dengan gelar Sultan Cevi Yusuf Isnendar Al-Banjari” (Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Dr Fadli Zon)
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Dr Fadli Zon telah melantik Sultan Cevi Yusuf Isnendar sebagai Raja Kebudyaan Banjar Kalimantan. Pelantikan dilaksanakan di Kraton Majapahit Jakarta, salah satu miniatur filosofis dari sebagian istana Imperium Majapahit yang pernah berjaya di Nusantara.
Sultan Cevi Yusuf Isnendar merupakan putra dari Ratu Yus Roostianah, yang merupakan anak dari Pangeran Sadibansyah, anak Pangeran Alibasyah, anak dari Pangerah Hidayatullah, putra mahkota dari Sultan Adam.
Pangeran Hidayatullah dicintai rakyat Banjar akan tetapi tidak disukai oleh Belanda, hingga memimpin perlawanan atas Belanda yang dianggapnya menyengsarakan rakyat Banjar. Belanda kemudian mengangkat Tamjidullah sebagai Sultan Banjar, sebagai bentuk pecah belah, akan tetapi ditentang rakyat.
Rakyat Banjar terus melawan. Pangeran Hidayatullah dengan surat dari ayahnya Sultan Adam naik tahta didukung oleh para bangsawan dan para panglima perang. Surat wasiat tersebut tertanggal 12 Safar 1259 Hijriyah dengan saksi pertama yaitu Mufti Haji Jamaluddin dan saksi kedua adalah Penghulu Haji Mahmud. Surat wasiat ini menunjukkan keaslian bahwa Pangeran Hidayatullah merupakan Sultan Banjar yang sah, tidak seperti sejarah yang ditulis oleh Kolonial Belanda.
Perang terus terjadi, akhirnya Pangeran Hidayatullah kalah akibat siasat licik Belanda dan beserta keluarganya diasingkan oleh Belanda ke Cianjur Jawa Barat. Salah satu pamannya, Pangeran Antasari terus mengobarkan peperangan hingga kalah di tangan Belanda. Pangeran Antasari nama kecilnya adalah Gusti Inu kertapati, ibunya adalah Gusti Hadijah cucu dari Sultan Sulaiman dan ayahnya adalah Pangeran Amir anak dari Sultan Muhammad Aliuddin Aminullah.
Penobatan Sultan Cevi Yusuf Isnendar juga dilakukan oleh sejumlah tokoh dari Majelis Agung Raja Sultan Indonesia di antaranya adalah Teuku Raja Keumangan, Bupati Nagan Raya provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang merupakan penerus Kerajaan Beutong bergelar Paduka Yang Mulia Ampon Daulat Tuanku Raja Beutong IX. Majelis Agung Raja Sultan Indonesia dikukuhkan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia pada tahun 2017.
Penobatan Sultan Cevi Yusuf Isnendar sebagai Raja Kebudayaan Banjar Kalimantan oleh Menteri Kebudayaan Dr Fadli Zon merupakan bentuk penghormatan Pemerintah Republik Indonesia kepada para keturunan Sultan Banjar dan Rakyat Banjar dalam perjuangan mereka melawan kolonialisme serta meluruskan sejarah Bangsa Indonesia, di mana salah satu bagiannya adalah Rakyat Banjar.