Polemik Masjid dan Politik: Suara Jernih dari Mimbar?

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Rabu, 19 Maret 2025 | 12:30 WIB

Nafiatul Ummah

Pengamat Sosial Politik

 

Kontroversi mengenai ceramah politik dalam masjid kembali mencuat ketika Anies Baswedan menghadiri acara di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM). Kehadirannya memicu polemik tentang batasan antara agama dan politik dalam ruang ibadah. Sebagian pihak menganggap bahwa masjid seharusnya netral dari kepentingan politik praktis, sementara pihak lain berpendapat bahwa politik dan Islam adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan.

Jika kita menilik sejarah, ceramah dalam masjid memiliki dasar historis yang kuat sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Masjid sejak awal peradaban Islam bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, sosial, dan politik. Oleh karena itu, membahas politik dalam masjid bukanlah sesuatu yang baru atau menyimpang, melainkan bagian dari tradisi Islam yang telah berlangsung sejak lama.

Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin (1091–1095 M) menyatakan bahwa agama dan politik adalah dua pilar yang saling melengkapi. Agama adalah pondasi moral yang membimbing kehidupan manusia, sementara politik adalah sarana untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan bermasyarakat. Tanpa politik, agama kehilangan daya implementasi dalam tatanan sosial, dan tanpa agama, politik dapat menjadi sarana kepentingan yang tidak berpihak pada keadilan.

Dari pernyataan tersebut menegaskan bahwa politik dan agama tidak dapat dipisahkan, termasuk dalam konteks ceramah yang membahas politik di masjid. Dalam berbagai riwayat, sejak zaman Rasulullah SAW berbagai persoalan kenegaraan, strategi perang, serta keputusan politik dan pemerintahan kerap dibahas di masjid.

Oleh sebab itu, masjid dapat berfungsi sebagai ruang edukasi dan dakwah, wadah kebebasan berpendapat dalam sistem demokrasi, serta sarana literasi keagamaan dan politik yang sehat. Membahas politik dalam ceramah di masjid bukanlah penyimpangan melainkan bagian dari tradisi Islam yang telah berlangsung sejak awal peradaban Muslim. Akan tetapi, ceramah politik yang dimaksud haruslah bersifat edukatif, membangun kesadaran umat, dan bukan sebagai alat propaganda yang memecah belah.

Masjid sebagai Ruang Edukasi dan Dakwah

Pada zaman Nabi, Masjid Nabawi digunakan sebagai pusat dakwah sekaligus tempat diskusi politik. Hal ini dijelaskan dalam kitab Al-Muwatta  (762–795 M) karya Imam Malik bahwa Rasulullah SAW memberikan ceramah dan nasehat di masjid tentang berbagai aspek kehidupan, termasuk keadilan dan kepemimpinan.

Rasulullah SAW sering membahas strategi perang, perjanjian politik, dan kebijakan sosial di masjid. Misalnya, saat Perjanjian Hudaibiyah dan perencanaan hijrah ke Madinah, diskusi-diskusi strategis dilakukan di masjid bersama para sahabat.

Menurut penelitian dari Pew Research Center tahun 2017, negara-negara dengan komunitas Muslim yang aktif dalam diskusi politik berbasis agama cenderung memiliki keterlibatan sosial yang lebih tinggi dalam proses demokrasi.

Hal ini juga sejalan dengan survey yang dilakukan oleh Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah di Jakarta (PPIM UIN Jakarta) pada tahun 2018 menunjukkan bahwa masyarakat Muslim yang mendapatkan edukasi politik berbasis Islam lebih cenderung memiliki sikap yang moderat dibandingkan mereka yang tidak terpapar.

Dari beberapa penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa masjid memiliki peran lebih luas daripada sekadar tempat ibadah, melainkan sebagai pusat edukasi umat. Sama seperti pendidikan formal yang melahirkan generasi berpengetahuan luas, masjid dapat berperan dalam mencerdaskan umat dalam memahami politik yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

KH. Imam Jazuli di Antara Kenyataan dan Kritikan

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:28 WIB

Gara-Gara Huruf "P"

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:15 WIB

Brutu

Senin, 8 Juni 2026 | 13:21 WIB

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB
X