Peradilan Agama Yahudi di Kerajaan Maroko

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Rabu, 11 September 2024 | 20:27 WIB

 

 

Muhammad Mamuni Al Alawi

Kolumnis Maroko

 

Maroko dianggap sebagai model hidup berdampingan antara berbagai agama, khususnya Agama Islam dan Agama Yahudi, karena aspek kerja sama antara Yahudi dan Muslim Maroko tidak hanya terbatas pada aspek ekonomi dan sosial, tetapi juga mencakup bidang peradilan.

 

Peradilan Agama Yahudi di Maroko sangat penting dalam menyoroti hidup berdampingan dan integrasi dalam semua bentuk identitas positifnya, karena merupakan referensi penting dalam transaksi perdagangan, sosial dan pribadi teks keagamaan atas kontribusinya yang efektif dalam semua kegiatan.

 

Dalam konteks ini, Khaled Touzani, kepala Pusat Investasi Kebudayaan Maroko menjelaskan bahwa Peradilan Agama Yahudi bagi Umat Yahudi Maroko adalah hal yang wajar, sama seperti mereka memiliki lingkungan dan kuburan sendiri untuk menghormati mereka dan keinginan untuk memberi mereka kebebasan penuh dan pilihan penuh dalam menjalankan ritual keagamaan dan aktivitas sosial, yang membuat mereka merasa bahwa mereka adalah bagian integral dari identitas Maroko, dan elemen penting dari struktur sosial bagi semua warga Maroko. Pengadilan Agama Yahudi di Kerajaan Maroko dianggap sebagai bagian dari peradilan Maroko, yang menjamin hak orang Yahudi untuk mengajukan tuntutan hukum.

Pengadilan-pengadilan ini tersebar di seluruh wilayah Kerajaan Maroko dan memiliki organisasi yang serupa dengan pengadilan-pengadilan lain di mana umat Islam berperkara. Pengadilan-pengadilan ini mewakili salah satu perwujudan hidup berdampingan dalam agama di Maroko, dan perwujudan toleransi bahwa beberapa negara Arab baru-baru ini mulai berpikir untuk membentuk peradilan Ibrani khusus bagi minoritas Yahudi di wilayahnya.

 

Umat Yahudi Maroko sepanjang sejarah panjang mereka tinggal di Maroko sebagai warga negara Maroko yang memiliki kebebasan penuh dalam urusan agama dan duniawi dalam kerangka sistem hukum yang mengatur hubungan internal dan eksternal mereka dengan otoritas dan masyarakat. Kerajaan Maroko sangat menghormati kekhasan agama dan budaya mereka yang diakui oleh para rabi Yahudi terkemuka di dunia yang memberikan penghargaan kepada Raja Maroko Muhammad VI dan Rakyat Maroko sebagai keunggulan dibandingkan Umat Islam lainnya, yaitu kemampuan mereka untuk menyelaraskan, menyepakati, dan hidup berdampingan di antara semua ras, keyakinan, dan agama antar sesama manusia.

 

Peradilan Agama Yahudi dalam era modern di Kerajaan Maroko sedang berupaya memperkuat ingatan sejarah dan kelembagaannya. Untuk menjaga kohesi antara berbagai komponen identitas Maroko, dan sejarah Maroko kaya akan kualitas hukum perundang-undangan yang mengatur masalah-masalah kewarganegaraan. Tentunya hal ini juga menjadi bagian dari sejarah konstitusi Maroko.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

KH. Imam Jazuli di Antara Kenyataan dan Kritikan

Jumat, 17 Juli 2026 | 18:28 WIB

Gara-Gara Huruf "P"

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:15 WIB

Brutu

Senin, 8 Juni 2026 | 13:21 WIB

FA AINA TADZHABUN?

Rabu, 3 Juni 2026 | 07:58 WIB

Niat Puasa Arafah, Latin dan Artinya

Senin, 25 Mei 2026 | 21:10 WIB

Gema Lonceng Vatikan: Ditubir Perang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 17:19 WIB
X