Muhammad Mamuni Al Alawi
Kolumnis Maroko
Raja Maroko Mohammed VI mengampuni 4.831 orang yang dihukum, dituntut atau diselidiki dalam kasus-kasus terkait budidaya ganja, sebuah langkah yang termasuk dalam strategi negara untuk mengatur budidaya ini dan mengubahnya menjadi aktivitas legal yang berkontribusi pada pengembangan ganja di wilayah-wilayah pertanian yang produktif.
Selain aspek kemanusiaan dari tindakan ini, hal-hal yang termasuk dalam pengampunan kerajaan akan dapat diintegrasikan ke dalam strategi baru yang telah dilibatkan oleh seluruh provinsi terkait setelah pembentukan Badan Legalisasi Ganja serta dampaknya terhadap tingkat ekonomi dan sosial dengan memproduksi, mentransformasikan dan mengekspor ganja dan produk-produknya untuk keperluan medis, farmasi dan industri serta berkontribusi terhadap pengembangan tanaman alternatif.
Direktur Kantor Provinsi Al Hoceima Badan Legalisasi Ganja Mohamed Bouslal menegaskan dalam sebuah pernyataan kepada situs berita Al Arab London bahwa amnesti kerajaan adalah tindakan kemanusiaan yang memungkinkan rehabilitasi kelompok penerima manfaat petani ganja yang menjadi subjek tuntutan hukum dan integrasi mereka ke dalam lingkungan sosial secara legal dan mendorong untuk terlibat dalam sebuah proyek di mana Pemerintah Kerajaan Maroko menjamin agar mereka mendapatkan kehidupan yang layak dan stabil melalui mata pencaharian yang memiliki legitimasi hukum.
Pada hari Selasa 20 Agustus 2024 Pemerintah Maroko mengumumkan pemberian 3.029 surat izin penggunaan ganja medis untuk industri medis sejak awal tahun ini dibandingkan dengan 721 surat izin tahun lalu. Jumlah izin untuk kepentingan operator sebanyak 192 surat izin yaitu 60 surat izin kegiatan konversi, 49 surat izin kegiatan pemasaran, 39 surat izin kegiatan ekspor, 24 surat izin kegiatan impor benih, 18 surat izin kegiatan pengangkutan, 18 surat izin kegiatan ekspor benih. Badan Legalisasi Ganja tersebut memastikan bahwa pelaku yang memperoleh izin tersebut tersebar di 23 koperasi, 51 perusahaan, dan 24 perorangan.
Ada kegiatan ilegal yang diketahui di wilayah provinsi Al Hoceima yang akan dihentikan melalui proyek legalisasi ganja. Sejumlah petani kecil telah menjadi korban eksploitasi dan didominasi penyelundup narkoba. Dengan kebijakan ini, para petani kecil akan mendapatkan keuntungan yang dapat membantu memberikan tambahan pendapatan finansial yang stabil dan legal, yang merupakan situasi yang akan meningkatkan peluang pembangunan lokal yang nyata.
Asosiasi Konsultan Penggunaan Ganja Maroko menggambarkan pengampunan Raja Maroko VI sebagai kelanjutan dari proses rekonsiliasi dan memberikan kesempatan kepada para petani kecil yang berselisih dengan hukum untuk melakukan reformasi dan berintegrasi kembali ke dalam masyarakat.
Pengampunan kerajaan mendukung undang-undang terkait penggunaan ganja yang sah, serta bertujuan untuk menyerap dan mengintegrasikan petani di wilayah terkait dalam kegiatan yang menghasilkan pendapatan, mencapai ledakan pendapatan ekonomi yang akan berdampak jelas pada kondisi sosial penduduk, serta memblokir jalan bagi penyelundup, sambil menekankan tindakan keras yang terus dilakukan Maroko terhadap para kartel narkoba dan penyelundup internasional, yang mengeksploitasi ketakutan para petani kecil dan kerapuhan situasi kehidupan mereka.
Direktur Kantor Provinsi Taounate Badan Legalisasi Ganja Ihssan Sedqi menilai bahwa amnesti akan memungkinkan para petani kecil yang dibebaskan untuk berintegrasi ke dalam masyarakat secara psikologis, sosial dan ekonomi, dan akan memastikan bahwa mereka dapat bekerja dalam kerangka hukum dengan batasan hukum untuk mengembangkan budidaya ini yang mereka warisi dari nenek moyang mereka.
Maroko pernah mengajukan petisi kepada PBB untuk menghapus ganja dari daftar keempat yang terlampir pada Konvensi Narkotika tahun 1961. Hal ini memungkinkan penggunaan ganja untuk keperluan medis, farmasi dan industri. Itulah sebabnya undang-undang dikeluarkan mengenai penanaman ganja dan penggunaannya secara sah yang bertujuan untuk mengatur penanaman ini dan mengubahnya menjadi kegiatan legal dan terorganisir yang berkontribusi terhadap perkembangan daerah yang bersangkutan.
Keterlibatan yang komprehensif akan meningkat di kalangan petani kecil yang belum bergabung dengan proyek ini. Pembentukan Badan Legalisasi Ganja hingga di tingkan provinsi seperti di provinsi Al Hoceima, provinsi Chaouen dan provinsi Taounate merupakan bukti konklusif dalam mendekatkan Pemerintah kepada para petani untuk mendorong mereka terlibat dalam proyek ini serta mengakhiri kegiatan-kegiatan sebelumnya yang praktik ilegalnya merugikan negara secara umum dan tidak menguntungkan siapa pun.