Mush’ab Muqoddas, Pimpinan Redaksi Senayan Post
Masih ramai perdebatan dari debat cawapres kedua atau debat keempat, sebelum debat pamungkas enam kontestan (tiga pasang) nantinya.
Isu-isu kemarin cukup menarik terkait lingkungan hingga energi. Salah satu istilah yang baru didengar publik adalah greenflation yang pengertiannya saja masih belum baku.
Kenapa belum baku ? Karena istilah seperti itu merupakan dampak dari perkembangan teknologi yang yang semakin berkembang.
Termasuk litium yang juga dibahas sebagai alternatif dari nikel. Perkembangan penelitian teknologi adalah suatu keharusan, terutamanya oleh negara-negara yang tidak ingin bergantung dengan bangsa lain.
Ini merupakan semangat Trisakti yang digaungkan Presiden Sukarno. Berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. Dalam artian adalah kemandirian.
Dari pertengahan hingga akhir Desember 2023 kemarin, penulis membersamai seorang ulama dari Al Azhar Cairo Mesir untuk berkeliling ke Sumatra Utara. Kami bertolak dari kawasan selatan Sumatra Utara.
Sangat kontras dengan ibukotanya, Medan, listrik adalah hal biasa. Kawasan selatan Sumatra Utara dari sebelah barat Danau Toba berbelok ke selatannya hingga ke timurnya, sangat terasa sekali kebutuhan akan listrik yang dapat dinikmati 24 jam, seolah mimpi.
Pernah di suatu kabupaten kami memasuki salah satu minimarket untuk membeli kebutuhan di perjalanan dari Padang Lawas Utara ke Asahan. Kebetulan kami tidak membawa uang tunai. Akhirnya kami membayar dengan kartu debit.
Setelah transaksi pembayaran selesai, listrik mati. Kata kasirnya, hal ini sudah biasa. Untungnya pembayaran selesai. Kami kebingungan jika listrik mati, kami tidak bisa membayar. Sedangkan keperluan perjalanan sangan kami butuhkan, karena perjalanan kami sangat jauh.
Malam harinya dekat dengan Asahan kami kembali mengunjungi minimarket. Ketika akan membayar, kasir menyampaikan tidak bisa pembayaran dengan kartu debit. Katanya, di kawasan itu sering mati listrik, jadi tidak biasa melakukan pembayaran selain tunai karena listrik sering padam.
Akhirnya terpaksa dengan sisa bekal seadanya kami lanjutkan perjalanan ke Asahan.
Selama di perjalanan, terutamanya dari Bandara Silangit ke Gunung Tua, kami melihat adanya kegiatan masyarakat dari pesta pernikahan hingga kampanye. Menurut driver yang membawa kami, mereka menggunakan genset sebagai sumber listrik. Karena biasanya listrik di siang hari tidak menyala.