internasional

Opini: Redupnya Adidaya Paman Sam

Minggu, 16 April 2023 | 17:42 WIB
Bendera Amerika di atas lautan. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Jumat (31/3/2023), mengumumkan bahwa Washington akan membuka Kedutaan Besar di negara2 Pasifik (ist)

Memang kondisinya agak unik, di satu sisi peredaran uang banyak sekali dari hasil cetak uang selama pandemi, dampaknya inflasi tinggi.

Baca Juga: Link Nonton Anime One Piece Episode 1058 Sub Indo: Terlalu Epik! Begini Cara Sanji Kalahkan Queen

Di sisi lain, investasi dari luar negeri seret. Artinya roda ekonomi berjalan lambat. Inflasi tinggi menyebabkan modal atau investasi yang masuk ke AS rendah.

Bagaimana solusinya?

The FED (bank sentral AS) menaikkan suku bunga tinggi. Harapannya nilai dolar menguat dan modal asing kembali masuk ke AS untuk memutar roda bisnis. Dengan demikian pengangguran akan berkurang.

Tapi apa yang terjadi?

Baca Juga: 6 Produk Apple yang Rumornya Akan Rilis Tahun 2023, Salah Satunya MacBook Air 15 Inch

Banyak bank koleps, simpanan surat berharga jangka panjang yang bunganya rendah di perbankan AS ditarik oleh investor untuk ditempatkan kembali di bank-bank yang memberi bunga tinggi.

Dengan kenaikan suku bunga yang di-drive The FED, banyak bank yang aset besarnya di surat-surat berharga rontok. Karena asetnya ditarik oleh investor secara besar-besaran (bank run).

Kebijakan The FED tersebut mengakibatkan banyak bank besar terguncang. Salah satunya Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank. Bangkrutnya SVB -- bank terbesar ke-16 di AS -- ternyata berefek domino.

Tercatat lebih dari 32 perbankan nasional di Amerika koleps terdampak ambruknya SVB. Efek domino kebangkrutan SVB juga merambat ke Eropa. Bank terbesar di Swiss (Suisse Credit) nyaris bangkrut.

Baca Juga: Resmi Berbaju Oranye, KPK Tetapkan Wali Kota Bandung Yana Mulyana Jadi Tersangka Kasus Dugaan Suap

Khhz Deutsche Bank, bank terbesar di Jerman, kelojotan. Tampaknya otoritas keuangan Amerika sangat takut terhadap hiper inflasi.

Tapi penanganannya berlebihan. The FED menaikkan suku bunga bertubi-tubi sehingga mengguncang perbankan AS yang menyimpan saham atau surat berharga jangka panjang berbunga rendah.

Krisis ekonomi akibat bangkrutnya sejumlah perbankan, diperparah lagi dengan defisit neraca perdagangan. Mitra dagang terbesar Amerika saat ini adalah Cina. Tiap tahun defisit perdagangan Amerika terhadap Cina sangat besar.

Halaman:

Tags

Terkini