internasional

Josep Borrell: Uni Eropa Kehilangan Kredibilitas Dunia Akibat Terlalu Tunduk pada Amerika Serikat

Selasa, 17 Maret 2026 | 21:25 WIB
Mantan Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri Josep Borrell. (Jakub Porzycki/NurPhoto via Getty Images)

SENAYANPOST – Mantan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, melontarkan kritik tajam terhadap organisasi yang pernah dipimpinnya tersebut. Ia menilai Uni Eropa kini tengah kehilangan kepercayaan di mata dunia karena dianggap tidak mampu bersikap tegas terhadap dominasi Amerika Serikat dan menunjukkan keberpihakan yang tidak adil.

Dalam laporan yang diterbitkan oleh Russian Today pada Senin, (16/3/26), Borrell menyebut bahwa Uni Eropa terlalu pasif dalam menghadapi kebijakan-kebijakan Washington. Hal ini menurutnya telah merusak kepentingan jangka panjang negara-negara di Eropa sendiri.

Siapa Borrell dan Apa Masalah yang Terjadi di Uni Eropa?

Josep Borrell adalah tokoh yang sebelumnya bertanggung jawab atas hubungan internasional seluruh negara anggota Uni Eropa. Sementara itu, Uni Eropa sendiri merupakan persatuan dari 27 negara di Eropa yang bekerja sama dalam bidang ekonomi dan politik.

Borrell menuding Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, telah melampaui kewenangannya dalam menentukan arah politik luar negeri. Menurut Borrell, kebijakan yang diambil saat ini cenderung "pilih kasih" dan terlalu condong membela kepentingan Amerika Serikat serta Israel, terutama dalam konflik yang sedang berlangsung di Iran dan Gaza.

Baca Juga: Di Tengah Kelumpuhan Listrik Nasional Kuba, Trump Klaim Punya Hak Bebaskan atau Kuasai Havana

"Uni Eropa kehilangan kredibilitas karena tidak memberikan perlawanan terhadap Amerika Serikat," ujar Borrell sebagaimana dikutip dari Russian Today.

Ia menambahkan bahwa sikap tunduk ini membuat Eropa harus menanggung konsekuensi berat, seperti harga energi yang melonjak tinggi, sementara Amerika Serikat justru meraup keuntungan sebagai pengekspor minyak.

Ketidakadilan dalam Perjanjian Dagang

Selain masalah keamanan, Borrell juga menyoroti ketidakadilan dalam perjanjian dagang antara Uni Eropa dan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump. Ia mendesak agar Uni Eropa membatalkan kesepakatan yang dibuat pada musim panas tahun lalu karena dinilai sangat merugikan pihak Eropa.

"Kesepakatan itu tidak adil sejak awal. Mereka memberlakukan tarif pajak sebesar 15 persen kepada kita, sementara kita justru menurunkan tarif pajak untuk mereka," tegas Borrell dalam komentarnya kepada media Politico yang kemudian diulas oleh Russian Today.

Baca Juga: Kabar Baik Pemudik Sumbar: Jalur Lembah Anai Beroperasi 24 Jam Selama Lebaran 2026

Perpecahan di Dalam Uni Eropa

Kritik Borrell ini muncul di tengah keretakan yang semakin nyata di internal Uni Eropa. Beberapa pemimpin negara anggota, termasuk kelompok sosialis di Spanyol, mulai mempertanyakan apakah Uni Eropa masih memegang teguh aturan hukum internasional atau sudah mulai meninggalkan prinsip-prinsip tersebut demi mengikuti pendekatan keras yang diusung oleh Trump.

Halaman:

Tags

Terkini