SENAYANPOST — Russian Today (RT) Academy selenggarakan pelatihan jurnalistik bertajuk International Journalism Training yang digelar di Russian Center of Science and Culture (RCSC), Jakarta. Pelatihan ini mengusung berbagai tema menarik dan menjadi tantangan pelaku media belakangan ini.
Seperti implementasi Akal Imitasi (AI) dan berbagai teknologi terkini dalam melakukan kerja-kerja jurnalistik, hingga pengalaman Reporter sekaligus pembawa acara “Worlds Apart” mengerjakan liputan di tengah konflik.
Acara yang dihadiri puluhan mahasiswa, jurnalis muda, dan praktisi media ini dibuka oleh Kepala RT ASEAN Bureau, Denis Bolotsky. Ia menyatakan bahwa pertemuan tersebut diharapkan dapat memberi inspirasi bagi perjalanan jurnalistik peserta, terutama dalam menghadapi tantangan liputan internasional dan perkembangan teknologi.
Salah satu topik utama yang dibahas adalah posisi AI dalam ekosistem kerja redaksi. Kepala Akademi RT, Anna Kovtunova menekankan bahwa AI tidak dirancang untuk menggantikan peran jurnalis. Menurutnya, kemampuan berpikir kritis, intuisi, dan sensitivitas terhadap konteks sosial tetap tidak akan tergantikan oleh mesin.
“Tujuannya justru membuat pekerjaan lebih mudah, lebih kreatif, dan efisien,” ujarnya dalam sesi sambutan.
Senada dengan itu, Kepala Pemberitaan Internasional RT, Maria Zeleranskaya menegaskan bahwa membangun kepercayaan publik tetap menjadi pilar utama kerja jurnalistik. Baginya, AI hanyalah alat, kepercayaan lahir dari hubungan antarmanusia. Ia mendorong peserta menjaga akurasi dan transparansi di tengah derasnya konten deepfake.
Padatnya peserta pelatihan di RCSC Jakarta ini mencerminkan meningkatnya minat generasi muda Indonesia terhadap jurnalisme internasional. Dengan fokus pada etika, teknologi, dan dinamika global, para peserta diharapkan mampu merespons perkembangan ekosistem media yang bergerak cepat.
Pelatihan ditutup dengan pesan agar para jurnalis muda terus belajar, beradaptasi, dan mempertahankan integritas dalam setiap karya jurnalistik. ***