SENAYANPOST - Tim negosiasi Hamas akhirnya menyelesaikan perjalanannya ke Mesir untuk membicarakan gencatan senjata di Gaza tahap dua.
Delegasi dari Hamas ini membahas jalur untuk penerapan klausul perjanjian gencatan senjata dengan para mediator di Mesir untuk nantinya diberikan kepada Israel penjajah.
Lebih lanjut, delegasi Hamas itu dipimpin oleh Mohammad Darwish.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinannya mengadakan pembicaraan dengan Kepala Badan Intelijen Umum Mesir, Mayor Jenderal Hassan Rashad.
Kedua belah pihak membahas beberapa isu penting, termasuk perjanjian gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tahanan.
Sebuah pernyataan yang dirilis oleh Kantor Media Hamas menggambarkan pembicaraan tersebut sebagai 'positif dan bertanggung jawab'.
"Delegasi Hamas menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaannya atas upaya Mesir, terutama dalam melawan rencana pemindahan," kata gerakan Perlawanan Palestina pada 10 Maret 2025, dikutip SenayanPost.com dari Al Mayadeen English.
Gerakan tersebut juga mengacu pada rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'mengambil alih' Jalur Gaza.
Baca Juga: Hamas Tuding Presiden AS Donald Trump Hambat Gencatan Senjata di Gaza
Menyambut hasil dari pertemuan puncak Arab terbaru, Hamas menyoroti rencana rekonstruksi Gaza Mesir dan hak yang tidak dapat dicabut dari rakyat Palestina untuk bernegara.
Hamas menyerukan perundingan segera mengenai kesepakatan gencatan senjata tahap kedua.
Dalam perincian lebih lanjut, tim perunding Hamas menekankan perlunya menegakkan ketentuan perjanjian gencatan senjata multi-tahap antara Perlawanan Palestina dan Israel.