internasional

RS Kamal Adwan di Gaza Utara Kirim Panggilan Darurat Terakhir di Tengah Bombardir Israel

Selasa, 5 November 2024 | 18:15 WIB
RS Kamal Adwan di Gaza Utara menyampaikan panggilan darurat terakhir di tengah bombardir penjajah Israel. (X.com/@shameensuleman)

Menurut kementerian kesehatan, banyak staf medis dan pasien telah terluka oleh serangan Israel.

Baca Juga: Hadapi Hizbullah, 50 Ribu Tentara Israel Gagal Rebut Satu Kota pun di Lebanon

Staf tidak dapat bergerak di antara departemen rumah sakit dan tidak dapat menyelamatkan rekan-rekan mereka yang terluka karena pasukan Israel terus mengebom dan menghancurkan gedung itu, kata kementerian itu.

Sejak bulan lalu, ketika Israel melancarkan serangan baru di Gaza utara, yang diyakini sebagai bagian dari apa yang disebut Rencana Jenderal, rumah sakit Kamal Adwan telah dikepung. Hampir tidak ada bantuan kemanusiaan yang diizinkan masuk ke utara sejak 5 Oktober.

Israel telah memerintahkan seluruh 400.000 warga Palestina di Gaza utara untuk pindah ke selatan, dan mengeluarkan perintah pengusiran kepada Kamal Adwan dan dua rumah sakit lain di daerah itu, al-Awda dan rumah sakit Indonesia.

Sekitar 300 pasien yang sakit kritis telah terperangkap di rumah sakit, menurut PBB.

Baca Juga: Hamas Tuding Israel Tidak Ingin Gencatan Senjata di Gaza, Sebut Hanya Kamuflase

Pada hari Kamis, serangan udara Israel menargetkan lantai tiga Kamal Adwan, membakar persediaan medis WHO yang telah dikirim hanya beberapa hari sebelumnya melalui misi yang rumit, kata direktur jenderal badan tersebut Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Pada tanggal 26 Oktober, Medecins Sans Frontieres melaporkan bahwa salah satu dokter bedahnya termasuk di antara beberapa dokter yang ditangkap dan ditahan oleh pasukan Israel.

Safiya mengatakan bahwa, meskipun telah mengeluarkan banyak permintaan untuk persediaan medis, rumah sakit tersebut telah menerima cukup untuk satu atau dua hari, dengan hanya cukup bahan bakar untuk bertahan beberapa hari.

"Kami masih terkepung," tegasnya.

Baca Juga: Pengaruh Pemilu AS 2024 terhadap Perang Israel di Palestina dan Lebanon

"Tidak ada ambulans yang diizinkan masuk, dan juga tidak ada tim medis yang diizinkan memasuki Gaza utara," terangnya.

"Setiap saat, orang-orang datang ke Rumah Sakit Kamal Adwan atas kemauan mereka sendiri," imbuhnya.

"Situasinya mengerikan dalam segala hal. Kata-kata tidak dapat menggambarkan kenyataan yang kami hadapi," pungkas Dr Hussam.***

Halaman:

Tags

Terkini