SENAYANPOST - Gerakan Hamas minta Rusia untuk mendesak Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas membentuk pemerintahan nasional setelah perang di Gaza.
Permintaan ini disampaikan oleh anggota politbiro Hamas Mousa Abu Marzouk setelah bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Bogdanov di Moskow.
Dalam kesempatan itu, Hamas menggarisbawahi pentingnya persatuan nasional dalam menghadapi negara Zionis penjajah Israel.
Memasuki hari ke-384, Israel penjajah sudah membantai lebih dari 40 ribu rakyat Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Baca Juga: Iran dan Arab Saudi Bakal Latihan Militer Gabungan di Laut Merah
"Kami membahas isu-isu yang terkait dengan persatuan nasional Palestina dan pembentukan pemerintahan yang akan memerintah Jalur Gaza setelah perang," kata Mousa Abu Marzouk pada 24 Oktober 2024, dikutip SenayanPost.com dari Reuters.
Marzouk mengatakan bahwa Hamas telah meminta Rusia untuk mendorong Abbas, yang menghadiri pertemuan puncak BRICS di Kazan, untuk memulai negosiasi mengenai pemerintahan persatuan.
Abbas adalah kepala Otoritas Palestina (PA), badan pemerintahan wilayah Palestina yang diduduki.
PA didirikan tiga dekade lalu berdasarkan perjanjian perdamaian sementara yang dikenal sebagai Kesepakatan Oslo dan menjalankan pemerintahan terbatas atas sebagian wilayah Tepi Barat yang diduduki, yang diinginkan Palestina sebagai inti negara merdeka di masa depan.
Baca Juga: Israel Tolak 250 Ribu Truk Bantuan Kemanusiaan ke Gaza Selama Setahun Genosida
PA, yang dikendalikan oleh faksi politik Fatah pimpinan Abbas, telah lama memiliki hubungan yang tegang dengan Hamas, gerakan Islamis yang menguasai Gaza, dan kedua faksi tersebut terlibat perang singkat sebelum Fatah diusir dari wilayah tersebut pada tahun 2007.
Di lain pihak, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyatakan penentangan keras terhadap keterlibatan PA dalam mengelola Gaza.
Sebelumnya, China berusaha untuk menjadi mediator bagi dua faksi terbesar Palestina tersebut.
Namun, belum ada perkembangan signifikan terkait isu persatuan nasional Palestina.
Baca Juga: Indonesia Kutuk Keras Blokade Israel Penjajah di Gaza Utara, Desak Dewan Keamanan PBB Tindakan Tegas
Artikel Terkait
Tidak Hanya Fatah, Faisal Assegaf Sebut Pemerintah Indonesia Harus Buka Hubungan dengan Hamas: Jangan Takut Amerika dan Israel
Tentara Cadangan Israel Protes, Desak Netanyahu Lakukan Pertukaran Tahanan dengan Hamas
Israel Penjajah Klaim Bunuh Yahya Sinwar, Hamas Masih Bungkam
Terkonfirmasi, Yahya Sinwar Kepala Biro Politik Hamas Gugur di Medan Perang
Hamas Kecam Diamnya Dunia Internasional Terkait Operasi 'Rencana Jenderal' Israel di Gaza Utara