Seseorang yang mengetahui masalah ini sebelumnya mengatakan bahwa totalnya akan mencapai 14 miliar dolar AS.
Baca Juga: Opini: Korupsi dan Pembubaran Parpol
"Ini adalah investasi cerdas yang akan memberikan keuntungan bagi keamanan Amerika selama beberapa generasi," tambah Biden.
Israel telah menggempur Gaza dengan serangan udara dan mengepung 2,3 juta penduduk di wilayah tersebut setelah orang-orang bersenjata Hamas mengamuk di kota-kota dan kibbutz-kibbutz di Israel pada 7 Oktober, menewaskan 1.400 warga Israel dan menyandera banyak orang.
Sekitar 3.500 orang di Gaza telah terbunuh dan lebih dari satu juta orang kehilangan tempat tinggal, menurut pejabat kesehatan Palestina.
Baca Juga: Susul Anies Baswedan dan Cak Imin, Ganjar Pranowo Datangi Kantor KPU RI dengan Mahfud MD
Warga sipil mengatakan situasi mereka sangat menyedihkan karena mereka kekurangan makanan, air, bahan bakar dan pasokan medis.
"Semua indikasinya menunjukkan keadaan terburuk akan terjadi," kata Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi kepada wartawan di Amman.
Selama kunjungan delapan jam ke Tel Aviv pada hari Rabu, Biden berusaha menjadi perantara kesepakatan untuk memasukkan bantuan ke Gaza tetapi hanya mencapai keberhasilan yang terbatas.
Baca Juga: Kuasa Hukum Danu Ajukan Perlindungan ke LPSK Terkait Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang
Dia mengatakan Israel dan Mesir sepakat bahwa 20 truk berisi pasokan bantuan dapat menyeberang ke wilayah kantong tersebut.
Dua sumber keamanan Mesir mengatakan peralatan dikirim pada hari Kamis melalui perbatasan untuk memperbaiki jalan di sisi Gaza. Lebih dari 100 truk menunggu di Mesir.***