Opini: Intelijen dan Krisis Moneter di Asia Tahun 1997

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Jumat, 7 Juli 2023 | 10:44 WIB
Dollar-ke-Rupiah
Dollar-ke-Rupiah

Oleh: DR (HC) KH As'at Said Ali.
Rois Syuriah PBNU
Mantan Wakil Kepala BIN

SENAYANPOST - Tidak banyak yang mengetahui bahwa krisis moneter yang terjadi di kawasan Asia pada akhir 1997 hingga awal 1998, merupakan bagian dari perang dagang Amerika Serikat vs Jepang.

Kebetulan pada oktober 1997, sebagai perwira menengah saya diikut sertakan dalam exchange of intelligence di Tokyo antara Jepang-Indonesia, sehingga secara langsung mendengarnya.

Suatu pengalaman yang luar biasa, dan menjadi pelajaran yang sangat penting bagi saya pribadi.

Indonesia memberikan briefing tentang perkembangan terorisme internasional (Bakin dianggap ahli), sedangkan Jepang (tuan rumah) memberikan briefing tentang perkiraan krisis moneter dikawasan Asia Pasifik.

Baca Juga: Gisella Anastasia Ditawari Adegan Ciuman dengan Nicholas Saputra, Langsung Mau!

Ketika itu Jepang dianggap sebagai macan ekonomi Asia, dan sekaligus saingan berat Amerika Serikat.

Delegasi Indonesia memperoleh intellijen yang sangat berharga, sebaliknya Jepang juga memberi apresiasi atas info tentang rencana operasi teroris internasional, yang merencanakan pembajakan dan peledakan pesawat terbang ke wilayah Jepang.

Dalam tulisan ini, hanya akan menceritakan tentang informasi intelijen, yang disampaikan oleh delegasi Jepang kepada indonesia.

Pihak tuan rumah menyampaikan bahwa sejak 1991 sampai Oktober 1997 terjadi perang ekonomi atau dagang AS-Jepang.

Baca Juga: Tinggal di Amerika, Enzy Storia Punya Hobi Baru, Nggak Bisa Dilakukan di Jakarta!

Selama tujuh tahun tersebut, Jepang berada dalam posisi defensif namun mampu menjaga pertumbuhan ekonominya, walaupun dahulu dalam tiga bulan terakhir hanya tumbuh
0, 1%.

Lebih jauh pihak Jepang memprediksi bahwa akhir tahun 1997, seperti awal 1998 situasi akan memburuk.

Amerika Serikat mengubah strategi, dengan memperluas perang ekonomi keseluruh wilayah Asia Timur termasuk Asia Tenggara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X