Kemudian Mardigu yang akrab disapa Bossman itu mundur ke beberapa bulan lalu sebelum insiden ini terjadi.
Baca Juga: 7 Drakor yang Rilis Bulan Juli, Ada Shadow Detective 2 hingga The Uncanny Counter 2
"Sebenarnya terjadi adalah kita mundur dulu kira-kira bulan Maret sampai Mei," terangnya.
Beberapa bulan lalu, sebenarnya Prigozhin sempat melayangkan protes kepada Kementerian Pertahanan Rusia karena kehabisan amunisi.
"Di bulan Maret sampai Mei itu Prigozhin betenya minta ampun pada Kementerian Pertahanan rusia karena tidak mengirim senjata," jelasnya.
Baca Juga: Aplikasi Threads yang Jadi Pesaing Twitter Akhirnya Dirilis Meta Hari Ini
Saat itu, Prigozhin mengatakan bahwa sebagian besar anak buahnya tidak dibekali amunisi.
"Jadi dia bilang gila 70 persen anak buah gua udah tidak ada ammo, dia udah teriak-teriak nggak dikirim," katanya.
Mungkin karena saking kesalnya, Prigozhin nekat untuk mengkudeta Putin yang tidak lain adalah salah satu orang terdekat Presiden Rusia.
Baca Juga: Mobil Buatan Indonesia FIN Komodo Digunakan oleh Babinsa di Wilayah Kodam III Siliwangi
Namun, akhirnya Prigozhin berputar arah ke Belarusia setelah dibujuk Presiden Alexander Lukashenko.***
Artikel Terkait
Kota Artyomovsk di Ukraina Direbut Kelompok Wagner dan Tentara Rusia, Vladimir Putin Berikan Ucapan Selamat
Vladimir Putin Tuding Tentara Bayaran Wagner 'Pengkhianat' di Tengah Perang Rusia Ukraina, Ada Apa?
25.000 Tentara Wagner Group Siap Mati, Belot Pasukan Vladimir Putin di Perang Rusia Ukraina
Zalenky Sebut Rusia Tak Berdaya Hadapi Serangan Tentara Bayaran Wagner
Dramatis! Wagner Group Urungkan Niat Serang Moskow, Juru Bicara Kremlin Tawarkan Tanda Tangan Kontrak