China Tuding Amerika Serikat Lakukan 'Provokasi' Usai Pesawat Pengintai Melintas di Laut China Selatan

photo author
Yuda Alexander, Senayan Post
- Kamis, 1 Juni 2023 | 07:07 WIB
China menuduh Amerika Serikat melakukan provokasi setelah pesawat pengintainya melintas di Laut China Selatan. (Twitter.com/@INDOPACOM)
China menuduh Amerika Serikat melakukan provokasi setelah pesawat pengintainya melintas di Laut China Selatan. (Twitter.com/@INDOPACOM)

Pesawat China 'terbang tepat di depan dan dalam jarak 400 kaki (122 meter) dari hidung RC-135, memaksa pesawat AS untuk terbang melalui turbulensinya' pada hari Jumat, Komando Indo-Pasifik mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Link Nonton The Good Bad Mother Episode 11 Sub Indo Tayang Malam Ini di Netflix

"RC-135 melakukan operasi yang aman dan rutin di atas Laut China Selatan di wilayah udara internasional, sesuai dengan hukum internasional," bunyi pernyataan resmi dari militer AS.

Insiden itu terjadi pada saat hubungan yang tegang antara Washington dan Beijing atas berbagai masalah termasuk Taiwan, yang dianggap China sebagai wilayahnya, dan penembakan balon mata-mata China yang diduga terbang di atas AS tahun ini.

Beberapa bulan lalu, Nancy Pelocy mendatangi Taiwan dan membuat Beijing berang atas sikap AS tersebut.

Baca Juga: Link Nonton Oshi no Ko Episode Spesial Sub Indo, Tayang Malam Ini Pukul 22.00 WIB

Di lain pihak, Pentagon mengatakan bahwa insiden itu adalah bagian dari pola China.

Seorang pejabat senior pertahanan AS mengatakan telah terjadi 'peningkatan yang mengkhawatirkan dalam jumlah pencegatan dan konfrontasi udara yang berisiko di laut' oleh pesawat dan kapal China.

Menurutnya, tindakan yang 'berpotensi menciptakan insiden yang tidak aman atau kesalahan perhitungan'.

Baca Juga: Intip Spesifikasi dan Keunggulan Harley-Davidson X440 yang Harganya Cuma Rp50 Juta

Pengumuman itu muncul sehari setelah China menolak undangan AS untuk Menteri Pertahanan Lloyd Austin untuk bertemu dengan delegasi dari China di Singapura minggu ini.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada hari Rabu meminta Beijing untuk menyetujui komunikasi yang lebih besar setelah insiden jet tempur.

"Saya pikir itu hanya menggarisbawahi mengapa sangat penting bahwa kita memiliki jalur komunikasi reguler dan terbuka, termasuk antara menteri pertahanan kita," kata Blinken.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yuda Alexander

Sumber: Al Jazeera

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X