Presiden Erdogan Pastikan Menangkan Putaran Pertama Pemilu Turki, Ini Tanggapan dari Kemal Kilicdaroglu

photo author
Yuda Alexander, Senayan Post
- Senin, 15 Mei 2023 | 18:31 WIB
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan belum lama ini menjadi pemenang sementara pemilihan umum (pemilu) yang ada di negaranya. (Twitter.com/@RTErdogan)
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan belum lama ini menjadi pemenang sementara pemilihan umum (pemilu) yang ada di negaranya. (Twitter.com/@RTErdogan)

Tetapi hasilnya menunjukkan bahwa Erdogan dan Partai AK yang berakar Islam mampu menggalang pemilih konservatif meskipun ada krisis biaya hidup.

Baca Juga: Penghasilan PNS Bertambah karena Sri Mulyani Tambahkan Rp500 Ribu untuk Uang Makan Per Bulan

Kilicdaroglu, kepala aliansi enam partai, bersumpah untuk menang dalam putaran kedua dan menuduh partai Erdogan mengganggu penghitungan dan pelaporan hasil, meminta para pendukungnya di negara berpenduduk 84 juta itu untuk bersabar.

Pemilihan Penting

Prospek pemerintahan Erdogan memasuki dekade ketiga akan mengecewakan para aktivis hak-hak sipil yang mengkampanyekan reformasi untuk memperbaiki kerusakan yang mereka katakan telah dia lakukan terhadap demokrasi Turki.

Baca Juga: Presiden Jokowi Tanggapi Kritik Anies Baswedan Terkait Subsidi Kendaraan Listrik

Ribuan tahanan politik dan aktivis bisa dibebaskan jika oposisi menang.

Sementara itu, indeks saham utama Turki anjlok 6,4 persen dalam perdagangan pra-pasar, dengan indeks perbankan turun 9,5 persen.

Pemilihan telah diawasi dengan ketat di Eropa, Washington, Moskow, dan di seluruh wilayah, di mana Erdogan telah menegaskan kekuatan Turki sambil memperkuat hubungan dengan Rusia dan memberi tekanan pada aliansi tradisional Ankara dengan Amerika Serikat.

Baca Juga: Setelah Perpanjang SIM Digugat, Kini Perpanjang STNK juga Digugat ke Mahkamah Konstitusi

Erdogan adalah salah satu sekutu utama Presiden Vladimir Putin dan penampilannya yang kuat kemungkinan akan mendorong Kremlin.

Tetapi sikap Erdogan itu membuat bingung pemerintahan Biden, serta banyak pemimpin Eropa dan Timur Tengah yang memiliki hubungan bermasalah dengan Erdogan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yuda Alexander

Sumber: Reuters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X