Rusia Tangguhkan Perjanjian START, Connie Rahakundini: Pusing Langsung Amerika Serikat

photo author
Yuda Alexander, Senayan Post
- Rabu, 8 Maret 2023 | 20:47 WIB
Pengamat militer, Connie Rahakundini menganalisis reaksi Amerika Serikat setelah Rusia menangguhkan perjanjian START. (Tangkapan layar YouTube R66 Newlitics)
Pengamat militer, Connie Rahakundini menganalisis reaksi Amerika Serikat setelah Rusia menangguhkan perjanjian START. (Tangkapan layar YouTube R66 Newlitics)

Setidaknya perjanjian tersebut diperbarui setiap lima tahun sekali.

Baca Juga: Jadwal Tayang Vinland Saga Season 2 Episode 10: Rencana Baru Thorfinn dan Einar

"Kalau dari jumlah Amerika lebih besar tapi mereka berdua bersepakat untuk tidak saling menggunakan, setiap lima tahun diperbarui," imbuhnya.

Setelah Putin menyatakan sikapnya, Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg memperingatkan untuk tidak meremehkan Rusia.

"Lihat Sekjen NATO, dia bilang hati-hati jangan remehkan Rusia karena boleh saja kita bantu jor-joran Ukraina, tapi kemampuan pergerakan logistik manusia dan alutsista Rusia lebih baik," ujarnya.

Baca Juga: 3 Rekomendasi Chromebook Terbaik Tahun 2023, Bisa untuk Pelajar, Mahasiswa, dan Profesional

Dalam pidato pentingnya, Putin juga menegaskan bahwa ia dan pasukannya tidak memerangi rakyat dan negara Ukraina.

"Yang kedua dia (Vladimir Putin) bilang bahwa dia tidak memerangi rakyat dan negara Ukraina, itu penting," jelasnya.

Putin dalam pidatonya menegaskan bahwa ia memerangi rezim yang saat ini menguasai Kiev.

Baca Juga: Marc Marquez Akui Valentino Rossi Ngambek ke Dirinya Cuma Karena Kalah Ngebut

"Saya memerangi rezim penguasa di Kiev karena itu yang akan meluluhlantakkan Ukraina," tandas Connie Rahakundini terkait pidato Vladimir Putin.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yuda Alexander

Sumber: YouTube R66 Newlitics

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X