Menlu Iran Abbas Araghchi Bantah Negosiasi Jadi Penyebab Perang: AS-Israel Gunakan Jalur Militer Setelah Gagal di Meja Perundingan

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 19 Juli 2026 | 21:09 WIB
Menlu Iran Abbas Araghchi membantah negosiasi bukan menjadi penyebab perang dengan Amerika Serikat dan Israel. (Telegram.com/@s_a_araghchi)
Menlu Iran Abbas Araghchi membantah negosiasi bukan menjadi penyebab perang dengan Amerika Serikat dan Israel. (Telegram.com/@s_a_araghchi)

"Dengan kesan bahwa Iran telah melemah, rezim Zionis memasuki Perang Dua Belas Hari," katanya.

Baca Juga: Iran: Rahbar Mojtaba dan Tauhid Liberasi Babak Baru

Diplomasi Disebut Sempat Cegah Konflik

Araghchi mengungkapkan bahwa sebelum pecahnya Perang Dua Belas Hari, kawasan sebenarnya beberapa kali berada di ambang konflik besar.

"Sebelumnya kita hampir berperang dua atau tiga kali lagi. Itu tidak terjadi karena berbagai alasan, terutama langkah-langkah diplomatik yang dilakukan dan kekhawatiran kawasan terhadap kemungkinan perang regional yang menyeluruh," ujarnya.

Ia menilai diplomasi saat itu berhasil menunda bahkan mencegah pecahnya perang.

Iran Tolak Tuntutan "Pengayaan Nol"

Menurut Araghchi, dalam perundingan sebelum perang, Amerika Serikat mengajukan tuntutan agar Iran menghentikan seluruh aktivitas pengayaan uranium.

"Saya sudah mengatakan sejak awal bahwa isu pengayaan nol diangkat dalam negosiasi sebelum Perang Dua Belas Hari," katanya.

Namun, Iran menolak tuntutan tersebut.

"Kami menolak dan tetap teguh menghadapi tuntutan ilegal dan tidak masuk akal mereka mengenai pengayaan nol," tegasnya.

Araghchi mengatakan setelah gagal memperoleh konsesi melalui negosiasi, pihak lawan akhirnya memilih jalur militer.

Baca Juga: Timur Tengah Memanas, Amerika Serikat dan Iran Saling Lancarkan Serangan

"Ketika mereka melihat bahwa mereka tidak dapat mencapai tujuan melalui negosiasi, mereka memulai perang. Jadi bukan negosiasi yang menyebabkan perang," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perlawanan Iran dalam mempertahankan kepentingan nasional menjadi alasan pihak lawan beralih menggunakan kekuatan militer.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Telegram @s_a_araghchi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X