"Dengan kesan bahwa Iran telah melemah, rezim Zionis memasuki Perang Dua Belas Hari," katanya.
Baca Juga: Iran: Rahbar Mojtaba dan Tauhid Liberasi Babak Baru
Diplomasi Disebut Sempat Cegah Konflik
Araghchi mengungkapkan bahwa sebelum pecahnya Perang Dua Belas Hari, kawasan sebenarnya beberapa kali berada di ambang konflik besar.
"Sebelumnya kita hampir berperang dua atau tiga kali lagi. Itu tidak terjadi karena berbagai alasan, terutama langkah-langkah diplomatik yang dilakukan dan kekhawatiran kawasan terhadap kemungkinan perang regional yang menyeluruh," ujarnya.
Ia menilai diplomasi saat itu berhasil menunda bahkan mencegah pecahnya perang.
Iran Tolak Tuntutan "Pengayaan Nol"
Menurut Araghchi, dalam perundingan sebelum perang, Amerika Serikat mengajukan tuntutan agar Iran menghentikan seluruh aktivitas pengayaan uranium.
"Saya sudah mengatakan sejak awal bahwa isu pengayaan nol diangkat dalam negosiasi sebelum Perang Dua Belas Hari," katanya.
Namun, Iran menolak tuntutan tersebut.
"Kami menolak dan tetap teguh menghadapi tuntutan ilegal dan tidak masuk akal mereka mengenai pengayaan nol," tegasnya.
Araghchi mengatakan setelah gagal memperoleh konsesi melalui negosiasi, pihak lawan akhirnya memilih jalur militer.
Baca Juga: Timur Tengah Memanas, Amerika Serikat dan Iran Saling Lancarkan Serangan
"Ketika mereka melihat bahwa mereka tidak dapat mencapai tujuan melalui negosiasi, mereka memulai perang. Jadi bukan negosiasi yang menyebabkan perang," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perlawanan Iran dalam mempertahankan kepentingan nasional menjadi alasan pihak lawan beralih menggunakan kekuatan militer.
Artikel Terkait
Kemlu Iran: AS Dinilai Langgar Nota Kesepahaman Islamabad, Teheran Tegaskan Tetap Beritikad Baik
Komentar Menohok Jubir Kemlu Iran soal Kematian Mendadak Senator AS Lindsey Graham
Timur Tengah Memanas, Amerika Serikat dan Iran Saling Lancarkan Serangan
Iran: Rahbar Mojtaba dan Tauhid Liberasi Babak Baru
Amerika Serikat Dinilai Langgar Nota Kesepahaman Islamabad, Dubes Iran untuk Pakistan Minta Dunia Kecam Serangan